Mantan Sekretaris MA Nurhadi. MI/Rommy Pujianto
Mantan Sekretaris MA Nurhadi. MI/Rommy Pujianto

Aset Nurhadi Ditelusuri Melalui Keterangan Saksi

Nasional Suap di MA
Fachri Audhia Hafiez • 20 Mei 2020 07:29
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pimpinan Kantor Jasa Penilai Publik Hari Utomo dan rekan, Hari Purwanto, untuk tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait dengan perkara di Mahkamah Agung (MA) pada 2011-2016, Nurhadi. Penyidik akan menggali pengetahuan Hari seputar aset Nurhadi.
 
"Penyidik menelusuri kepemilikan aset-aset milik tersangka Nurhadi melalui pengetahuan saksi," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2020.
 
Nurhadi menjadi buronan KPK bersama menantunya, Rezky Herbiyono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto. Ketiganya jadi buronan setelah tiga kali dari mangkir pemeriksaan KPK.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nurhadi diduga menerima suap Rp33,1 miliar dari Hiendra lewat Rezky. Suap dimaksudkan memenangkan Hiendra dalam perkara perdata kepemilikan saham PT MIT. Nurhadi juga diduga menerima sembilan lembar cek dari Hiendra terkait peninjauan kembali (PK) perkara di MA.
 
Nurhadi juga diduga mengantongi Rp12,9 miliar dalam kurun waktu Oktober 2014-Agustus 2016. Gratifikasi diduga terkait pengurusan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan peninjauan kembali (PK) di MA, serta permohonan perwalian.
 
Baca: KPK Bidik Buronan Nurhadi Lewat Aliran Dana
 
Nurhadi dan Rezky disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sementara itu, Hiendra disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif