Ilustrasi Kejaksaan Agung. Foto: Dokumentasi Media Indonesia
Ilustrasi Kejaksaan Agung. Foto: Dokumentasi Media Indonesia

7 Saksi Dicecar Soal Dana Investasi Jiwasraya

Nasional Jiwasraya
Siti Yona Hukmana • 27 Maret 2020 19:15
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa tujuh saksi terkait kelanjutan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Penyidik mencecar ketujuh orang itu soal dana investasi Jiwasraya.
 
"Pemeriksaan saksi hari ini merupakan pemeriksaan lanjutan atau tambahan karena pemeriksaan sebelumnya dianggap belum cukup," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono, di Jakarta, Jumat, 27 Maret 2020.
 
Ketujuh saksi yang diperiksa yakni Head of Dealing PT OSO Management Investasi, Deka Cahya Endra; Dirut PT OSO Management Investasi, Rusdi Oesman; karyawan PT Maxima Integra atau suami agen PT Mirae Sekuritas, Erwin Budiman; Direktur PT Prospera Asset Managemnet, Elisabetrh Dwika Sari; serta tiga orang nominee Joko Hartono Tirto, yakni Moudy Mangkey, Samtini Dwi Astuti, dan Andri Yoauhari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketujuh saksi diperiksa untuk pemberkasan tersangka Benny Tjokrosaputro (BT), Heru Hidayat (HH), dan Joko Hartono Tirto (JHT) soal proses transaksi saham. Keterangan para saksi guna melengkapi berkas perkara tersangka.
 
"Keterangan para saksi diperlukan untuk pembuktian pasal sangkaan tindak pidana korupsi maupun pasal sangkaan tindak pidana pencucian uang atau money loundering untuk tersangka BT dan tersangka HH," ujar Hari.
 
Baca:Komisi XI Lebih Fokus pada APBN-P 2020 Ketimbang Jiwasraya
 
Hari memastikan proses pemeriksaan para saksi tetap menerapkan protokol pencegahan virus korona (covid-19). Saksi dan penyidik diberi jarak sesuai ketentuan.
 
"(Saksi) terlebih dahulu menggunakan hand sanitizer dan masker guna mendukung upaya pencegahan penyebaran, penularan, dan penanggulangan covid-19," ujarnya.
 
Kejagung menetapkan enam tersangka terkait kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Mereka ialah Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat, dan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim.
 
Kemudian, Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya Syahmirwan, mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Hary Prasetyo, dan Direktur Utama PT Maxima Integra Joko Hartoni Tirto. Benny dan Heru juga ditetapkan sebagai tersangka pencucian uang.
 
Mereka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b serta Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(AGA)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif