Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri memberikan keterangan kepada media di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa, 17 Maret 2020. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri memberikan keterangan kepada media di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa, 17 Maret 2020. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

KPK Ultimatum Orang yang Bantu Harun ke Luar Negeri

Nasional KPK kpu Kasus Suap kasus korupsi
Candra Yuri Nuralam • 02 Agustus 2021 06:17
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) heran buronan Harun Masiku bisa bepergian ke luar negeri padahal sudah masuk dalam daftar cegah. Lembaga Antikorupsi mengultimatum orang yang membantu Harun ke luar negeri.
 
"Jika ada pihak yang diduga sengaja menyembunyikan buronan, kami ingatkan dapat diancam pidana sebagaimana ketentuan Pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri kepada Medcom.id, Senin, 2 Agustus 2021.
 
Menurut dia, KPK bakal memerkarakan orang yang meloloskan Harun ke luar negeri. Lembaga Antikorupsi menegaskan ultimatum itu bukan hanya gebrakan. KPK menegaskan sudah sering mempermasalahkan orang yang membantu buronan melarikan diri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: KPK Mengulik Cara Perumda Sarana Jaya Beli Tanah di Munjul
 
Ali juga menekankan pihaknya bakal terus memburu Harun. Pencarian Harun tidak disetop sampai ditangkap.
 
"KPK masih terus berupaya menemukan DPO dimaksud, baik pencarian di dalam negeri maupun kerja sama melalui National Central Bureau (NCB) interpol," tegas Ali.
 
NCB-Interpol telah menerbitkan red notice terhadap buronan kasus rasuah Harun Masiku. Lembaga Antikorupsi mengirimkan permohonan red notice itu pada Senin, 31 Mei 2021.
 
Menurut Ali, pelacakan buronan kasus suap terkait pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR itu dilakukan dengan menggandeng sejumlah pihak. Bareskrim Polri, Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), serta NCB-Interpol ikut mencari Harun.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif