Ilustrasi pengadilan HAM. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi pengadilan HAM. Medcom.id/M Rizal

Dua Penyebab Peradilan HAM Berat di Indonesia Berlarut-larut

Nasional pelanggaran ham hak asasi manusia
Cindy • 24 November 2020 07:45
Jakarta: Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyebutkan dua masalah menyebabkan kasus HAM berat di Indonesia tak kunjung tuntas. Pertama, minimnya keinginan politik (political will) saat membentuk Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.
 
Staf Divisi Advokasi KontraS, Tioria Pretty, menjelaskan UU pengadilan HAM pertama kali dibentuk atas tekanan dan desakan masyarakat internasional terkait pelanggaran HAM berat di Timor Timur. Untuk mengakali agar kasus tersebut tidak masuk peradilan HAM internasional, Indonesia membentuk UU Pengadilan HAM.
 
"Isinya mayoritas adalah copy paste dari Statuta Roma. Tapi, ada beberapa hal yang tidak dimasukkan dan juga ada beberapa hal yang disesuaikan, sehingga jadilah UU Nomor 26 Tahun 2000 itu," kata Tioria dalam diskusi secara daring, Senin, 23 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di antaranya, UU Pengadilan HAM tak memasukkan kejahatan perang dan kejahatan agresi. Dia mengatakan Indonesia menganggap dua jenis pelanggaran tersebut sebagai kejahatan biasa dan tidak masuk dalam yurisdiksi pengadilan HAM.
 
Baca: KontraS: 12 Kasus Pelanggaran HAM Berat Belum Tuntas
 
Statuta Roma, kata Tioria, tak hanya mengatur kejahatan perang sebagai akibat konflik antarnegara. Pelanggaran HAM di konflik bersenjata atau operasi militer dalam negeri juga dapat melahirkan kejahatan perang.
 
Kedua, celah normatif yang memungkinkan penundaan proses hukum yang tidak perlu secara terus menerus. Termasuk proses penyelidikan, penyidikan, dan peradilan soal pelanggaran HAM berat di Indonesia.
 
KontraS mendorong pemerintah dan DPR untuk segera merevisi UU pengadilan HAM. Revisi guna memperbaiki kelemahan pengaturan dan mengakhiri impunitas kasus pelanggaran HAM berat. 
 
Baca: Kejagung Sebut Syarat Formal dan Materiel Kasus Semanggi Belum Lengkap
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif