Penyidik KPK Novel Baswedan. MI/Rommy Pujianto
Penyidik KPK Novel Baswedan. MI/Rommy Pujianto

Novel: Pimpinan KPK Sibuk Memperbanyak Pejabat di Internal

Nasional kpk kasus korupsi
Fachri Audhia Hafiez • 07 Januari 2021 00:05
Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengkritik pelantikan 38 pejabat struktural di lingkungan Lembaga Antikorupsi. Novel menilai pimpinan KPK sibuk memperbanyak pejabat.
 
"Karena agenda pemberantasan korupsi sepertinya kurang serius dilakukan. Justru sibuk dengan memperbanyak jabatan-jabatan untuk penempatan orang," ujar Novel saat dikonfirmasi, Rabu, 6 Januari 2021.
 
Novel menyebut pimpinan mestinya mengoptimalkan pemberantasan korupsi. Dia menuturkan sebagai lembaga penegak hukum, KPK mesti menunjukkan kinerjanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saat ini yang terjadi justru jabatan eselon I dan II di KPK yang jumlahnya 21 jabatan, tujuh diisi oleh perwira Polri artinya sepertiganya," ucap Novel.
 
Ketua KPK Firli Bahuri melantik 38 pejabat struktural di lingkungan Lembaga Antirasuah pada Selasa, 5 Januari 2021. Latar belakang sejumlah nama berasal dari unsur Polri.
 
Pelantikan ini juga menuai kritik dari Indonesia Corruption Watch (ICW). Tercatat, sembilan perwira tinggi Polri kini mengisi jabatan penting di KPK.
 
"Pascapelantikan, setidaknya ada sembilan perwira tinggi Polri yang bekerja di KPK, di antaranya tujuh pada level direktur, satu pada level deputi, dan satu pada level pimpinan," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangan tertulis.
 
Sebanyak sembilan pejabat struktural itu meliputi, Komjen Firli Bahuri, Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Irjen Karyoto, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK Brigjen Kumbul Kuswidjanto Sudjadi, dan Direktur Koordinasi Supervisi I KPK Brigjen Didik Agung Widjanarko. Kemudian, Direktur Koordinasi Supervisi II KPK Brigjen Yudhiawan, Direktur Koordinasi Supervisi III KPK Brigjen Bahtiar Ujang Purnama, Direktur Penyidikan KPK Brigjen Setyo Budiyanto, Direktur Penyelidikan KPK Brigjen Endar Priantoro, dan Direktur Monitoring KPK Brigjen Agung Yudha Wibowo.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif