Ilustrasi Gedung KPK/MI/Susanto.
Ilustrasi Gedung KPK/MI/Susanto.

Keterlibatan 2 Politikus PDIP di Dugaan Korupsi Bansos Diselisik

Nasional kpk kasus korupsi Korupsi Bansos Covid-19 Juliari P Batubara
Candra Yuri Nuralam • 21 Januari 2021 00:04
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menyelisik keterlibatan dua politikus PDI Perjuangan Herman Herry dan Ihsan Yunus. Keduanya diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) di Kementerian Sosial.
 
KPK bersiap membuka penyelidikan baru. "Masalah ini menjadi concern kami. Kembali, kalau ini dalam proses lidik, kami tidak akan cerita banyak," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 20 Januari 2021.
 
Baca: KPK Duga Korupsi di Kemensos Bukan Cuma Sembako Covid-19

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karyoto masih menutup rapat informasi tentang penyelidikan ini. Masyarakat juga diminta bersabar, dan memberikan KPK waktu untuk menyelisik dugaan keterlibatan Ihsan dan Herman.
 
"Kalau penyelidikan itu mohon sifatnya masih rahasia. Kalau memeriksa jadi orang tahu apa yg mau diperiksa, dalam bahasa ini, persiapan untuk menghilangkan jejak," ujar Karyoto.
 
Mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Selain Juliari, kasus tersebut menjerat empat tersangka lain, yakni dua pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, serta pihak swasta Ardian IM dan Harry Sidabuke. 
 
Juliari disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
 
Matheus dan Adi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.
 
Sementara itu, Ardian dan Harry disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif