Polisi membeberkan barang bukti minyak goreng yang coba diselundupkan ke Timor Leste. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Polisi membeberkan barang bukti minyak goreng yang coba diselundupkan ke Timor Leste. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Ekspor 121 Ton Minyak Goreng ke Timor Leste Digagalkan

Siti Yona Hukmana • 12 Mei 2022 21:42
Jakarta: Bareskrim Polri bersama Polda Jawa Timur (Jatim) menggagalkan upaya penyelundupan delapan kontainer berisikan minyak goreng siap ekspor dari Jawa Timur ke Negara Timor Leste. Delapan kontainer itu berisi 162.642,6 liter atau 121,985 ton minyak goreng. 
 
"Pengungkapan tersebut bermula dari informasi yang diberikan oleh masyarakat kepada Polres Pelabuhan Tanjung Perak," kata Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto dalam keterangan tertulis, Kamis, 12 Mei 2022. 
 
Agus mengatakan dua orang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka yakni R, 60 dan E, 44. Mereka diduga berperan sebagai eksportir minyak goreng di tengah berlangsungnya kebijakan larangan ekspor. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Agus, diduga ada 11 kontainer berisikan minyak goreng siap ekspor. Namun, tiga kontainer lainnya telah berada di Negara Timor Leste dan saat ini polisi sedang berkoordinasi dengan Ditjen Bea Cukai untuk menarik tiga kontainer tersebut. 
 
"Delapan kontainer yang berisikan minyak goreng dengan merek Linse, Tropis, dan Tropical telah diamankan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak," ujar jenderal bintang tiga itu.
 
Baca: Kapolri Pastikan Terus Mengawasi Larangan Ekspor Minyak Goreng
 
Agus menuturkan pelaku melancarkan aksinya dengan mengelabui petugas Bea Cukai dengan memasukkan barang yang tidak sesuai dengan tarif atau HS dan invoice Persetujuan Ekspor Barang (PEB). Dokumen ekspor dengan pos tarif/HS dan invoice tertulis barang-barang seperti engsel pintu, cat, genteng, glass block mulia, alat-alat pipa, pipa pvc, sika vix tile adhisive, tong besi tutup lebar, snack, sterefoam, sendok bebek plastik, komputer, dan sparepart mobil aqua. 
 
"Namun isi barang di dalam kontainer adalah minyak goreng dengan merek tersebut," tutur Agus. 
 
Para pelaku dijerat Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 51 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan Jo Pasal 3 Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein and Used Cooking Oil.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif