Kejaksaan Agung Teliti Calon Hakim MK
Jaksa Agung M Prasetyo. Foto: Medcom.id/Lukman Diah Sari..
Jakarta: Jaksa Agung HM Prasetyo memastikan pihaknya akan membantu panitia seleksi (Pansel) calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Hingga kini, ada sembilan nama calon yang diproyeksikan menggantikan hakim Maria Farida Indrati.
 
"Sedang diteliti, memang ada Pansel yang meminta informasi tentang rekam jejak para calon hakim MK itu," ujar Prasetyo di Kompleks Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.
 
Ia mengatakan, Kejagung punya instrumen untuk melakukan pendalaman latar belakang calon hakim MK tersebut. Seluruh calon bakal dipastikan bebas dari masalah hukum sebagai rekomendasi penilaian.
 
"Kami sedang lakukan pendalaman. Saya ini yang punya kapasitas untuk melakukan penelitian pendalaman, teliti sebelum dipenuhi, jadi kita tidak akan asal-asalan melakukan rekomendasi," ungkapnya.
 
Sebelumnya, Ketua Pansel calon hakim MK Harjono mengatakan tak hanya meminta masukan Kejaksaan Agung, pihaknya juga meminta masukan dari Komisi Yudisial (KY), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Badan Intelijen Negara (BIN), hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
"Itu yang kami tempuh untuk sumber-sumber formal. Sumber-sumber yang lain perorangan, media bisa memberikan masukan kepada calon yang sudah kami seleksi," kata Harjono.
 
Harjono menegaskan, upaya Pansel Hakim MK menemui sejumlah lembaga untuk memastikan calon yang duduk sebagai hakim adalah orang berintegritas dan mampu menjaga marwah MK.

Baca: KPK Diminta Telusuri Rekam Jejak Calon Hakim MK

Sembilan calon yang telah lolos seleksi yakni mantan anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Anna Erliyana, pengajar ilmu hukum tata negara UGM Enny Nurbaningsih, pengajar ilmu hukum tata negara Universitas Surabaya Hesti Armiwulan, pengajar ilmu hukum tata negara Universitas Pattimura Jantje Tjiptabudy.
 
Kemudian, wakil ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Lies Sulistiani, profesor hukum tata negara UII Ni'matul Huda, guru besar ilmu hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Ratno Lukito, pengajar ilmu hukum tata negara UNPAD Susi Dwi Harijanti, dan mantan anggota Komisi Yudisial Taufiqurrohman Syahuri.
 
Sembilan calon hakim MK itu akan mengikuti tes kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, pada Rabu 11 Juli. Usai tes kesehatan, mereka akan menjalani seleksi wawancara pada 30-31 Juli 2018 hingga kemudian nama yang lolos diserahkan ke presiden pada awal Agustus.




(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id