Ilustrasi Pekerja Migran Indonesia (Foto:Dok.KBRI Seoul)
Ilustrasi Pekerja Migran Indonesia (Foto:Dok.KBRI Seoul)

Pembahasan Aturan Turunan UU PPMI Ditargetkan Rampung Agustus

Nasional berita kemenaker
Anggi Tondi Martaon • 24 Mei 2019 23:48
Jakarta: Undang-undang (UU) Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) telah disahkan. Kini, pemerintah sedang menggodok aturan turunan UU yang disahkan pada 2017 itu.
 
Direktur Jenderal (Dirjen) Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Kementerian Tenaga Kerja (PPTKLN Kemenaker) Maruli Apul Hasoloan mengatakan, draf aturan turunan tersebut selesai dibuat. Saat ini, tengah dibahas oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).
 
"Sedang dalam proses harmonisasi," kata Maruli, ditemui pada acara buka puasa bersama awak media dan civil society organization (CSO) di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


DPR telah mengesahkan UU PPMI pada 2017. Pembahasan UU PPMI memakan waktu lama, sekitar tujuh tahun, setelah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2010.
 
Terdapat beberapa perbaikan yang dilakukan dalam revisi UU Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri itu. Salah satunya, menekankan aspek perlindungan dengan mengadopsi Konvensi Internasional tentang Perlindungan Hak-hak Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya.
 
Pembahasan Aturan Turunan UU PPMI Ditargetkan Rampung Agustus
Dirjen PPTKLN Kemenaker Maruli Apul Hasoloan (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
 
Banyak pihak berharap, pembahasan aturan turunan atau pelaksana segera dibuat. Bagaimana progresnya sejauh ini? Maruli menjawab, pembahasan tidak menemui kendala, sehingga diharapkan bisa disahkan dalam waktu dekat.
 
"Itu tinggal menunggu waktunya saja. Semuanya sudah. Agustus mudah-mudahan selesai," ujar Maruli.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif