Baiq Nuril
Baiq Nuril

Baiq Nuril Sedih Rindu Sang Anak

Nasional pencemaran nama baik
Whisnu Mardiansyah • 11 Juli 2019 03:00
Jakarta: Dengan wajah yang berkaca-kaca wajah Baiq Nuril menceritakan perjuangannya mencari keadilan hingga jalan terakhir berharap amnesti dari Presiden Joko Widodo. Selama mencari keadilan di Jakarta, Baiq meninggalkan anak-anaknya di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
 
Dari penuturannya, Baiq Nuril sejatinya tidak ingin kasusnya meluas menjadi konsumsi publik. Baiq Nuril tidak tega melihat sang anak, melihat dirinya menangis dan disorot banyak kamera serta tayang di layar kaca.
 
"Sebenarnya saya tak ingin jadi konsumsi publik, karena bagaimanapun anak-anak saya pasti menonton. Dan saya tidak ingin mereka melihat ibunya menangis," kata Baiq di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 10 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia berharap kasusnya ini menjadi yang terakhir menimpa wanita-wanita di Indonesia. Hatinya berat harus meninggalkan sang anak demi mencari keadilan.
 
"Dengan berat saya harus tinggalkan anak-anak yang seharusnya saya rangkul dengan kondisi yang seperti ini," ucap Baiq.
 
Guru honorer itu yakin perjuangannya berbuah manis. Selepas seluruh masalah yang membelitnya tuntas, Baiq ingin fokus membesarkan anak-anaknya. Ia berharap Presiden Joko Widodo dan DPR mempertimbangkan memberikan amnesti kepadanya.
 
"Saya cuma rakyat kecil. Yang hanya ingin membesarkan anak anak saya untuk mencapai cita cita mereka. Hanya itu keinginan saya pak. Itu saja yang bisa saya sampaikan," pungkas dia.
 
Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan peninjauan kembali (PK) mantan guru honorer SMAN 7 Mataram Baiq Nuril Maknun atas kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Presiden Joko Widodo mempersilakan Baiq Nuril mengajukan amnesti (pengampunan).
 
"Boleh (mengajukan amnesti), secepatnya," kata Presiden Joko Widodo di Pangkalan Udara TNI AU Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, Jumat, 5 Juli 2019.
 
Presiden enggan mengomentari putusan yang dikeluarkan MA. Ia berharap Baiq Nuril segera mengajukan amnesti sehingga Kepala Negara bisa menggunakan kewenangannya.
 
Presiden juga akan berkonsultasi dengan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto; Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, dan Jaksa Agung M Prasetyo, terkait kasus ini. Presiden ketujuh Indonesia akan mencarikan solusi terbaik buat Baiq Nuril.
 
"Apakah amnesti atau yang lainnya. Tapi perhatian saya sejak awal kasus ini tidak berkurang. Tapi kita harus hormati keputusan yang sudah diambil MA, itu bukan pada wilayah eksekutif," pungkas Jokowi.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif