Jiwasraya. Foto: MI/Ramdhani
Jiwasraya. Foto: MI/Ramdhani

Kejagung Telusuri 55 Ribu Transaksi Keuangan Jiwasraya

Nasional Jiwasraya ASABRI
Theofilus Ifan Sucipto • 20 Januari 2020 22:46
Jakarta: Kejaksaan Agung masih menelusuri 55 ribu transaksi keuangan PT Asuransi Jiwasraya. Penggalian informasi itu dinilai tak mudah.
 
"Masih diteliti. Bayangkan ada 55 ribu transaksi, ini baru empat hari," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setyono di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Senin 20 Januari 2020.
 
Hari meminta kesabaran seluruh pihak untuk mengetahui hasilnya."Kalau sehari (melacak) tiga ribu (transaksi) saja, sudah berapa?" ujarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hari menambahkan butuh ketelitian dalam meneliti data tersebut. Apalagi, satu perusahaan bisa melakukan transaksi hingga 1.000 kali.
 
"Penyidik masih bekerja. Secepatnya selesai lah," tutur Hari.
 
Sejauh ini Kejagung telah menetapkan lima orang tersangka kasus dugaan korupsi PT Jiwasraya. Kelimanya ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan bukti yang cukup.
 
Kelima orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya; Hary Prasetyo, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Heru Hidayat; dan Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro.
 
Kelima tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif