Plt juru bicara KPK Ali Fikri. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri
Plt juru bicara KPK Ali Fikri. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri

KPK Bantah Kasus Harun Masiku Penipuan

Nasional pdip OTT KPK
M Sholahadhin Azhar • 20 Januari 2020 15:25
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyanggah pernyataan pakar hukum tindak pidana pencucian uang (TPPU) Yenti Garnasih soal kasus suap penggantian antarawaktu (PAW) calon anggota legislatif. Yenti menduga kasus yang menjerat kader PDI Perjuangan Harun Masiku masuk ranah penipuan.
 
"Saya kira terlalu dini menyimpulkan demikian," kata plt juru bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin, 20 Januari 2020.
 
Ali menyebut penyidik tengah mengolah bukti-bukti permulaan terkait kasus ini. Pihaknya terus mendalami dan mengembangkan kasus ini di tingkat penyidikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak menutup kemungkinan untuk meminta pertanggungjawaban pihak lain atas dugaan penyuapan yang melibatkan mantan komisioner KPU tersebut," kata dia.
 
Ali memastikan penyidik akan bekerja sesuai aturan hukum yang berlaku dan menjunjung tinggi profesionalitas.
 
Pakar hukum pidana pencucian uang, Yenti Garnasih, menduga eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan melakukan penipuan. Wahyu disebut mengimingi politikus PDI Perjuangan Harun Masiku lolos penggantian antarwaktu (PAW) calon anggota DPR.
 
"Meski inisiatif dari penyuap bisa jadi di kronologi berikutnya mungkin penyuap mau mundur, malah dari KPU yang menawarkan atau malah memeras," kata Yenti dalam diskusi bertajuk 'Ada Apa di Balik Kasus Wahyu?' di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu, 19 Januari 2020.
 
Yenti meminta Lembaga Antirasuah memerinci kronologi kasus rasuah tersebut. Hal ini guna mempelajari modus pelaku sekaligus mencari tahu titik awal kejahatan tersebut.
 
"Kemudian bagaimana pada akhirnya penyuap memberikan padahal menurut KPU tidak mungkin kalau tidak kolektif kolegial." ujar Yenti.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif