PT Asuransi Jiwasyara. Foto: MI/Ramdani
PT Asuransi Jiwasyara. Foto: MI/Ramdani

Kejagung Periksa Eks Direktur Keuangan Jiwasraya

Nasional Jiwasraya
Juven Martua Sitompul • 14 Januari 2020 15:05
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Harry Prasetyo. Dia diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi PT Jiwasraya.
 
Penyidik juga memanggil tujuh saksi lain yaitu, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat, Komisaris PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro, dan Institutional Equilty Sales PT Trimegah Securities Tbk Meitawati Edianingsih.
 
Saksi lainnya yakni eks Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, karyawan Jiwasraya Agustin Widhiastusi, Kepala Seksi Divisi Dana Pensiun Lembaga Keuangan Jiwasraya Anggoro Sri Setiaji, dan Kepala Bagian Pengembangan Dana Jiwasraya Mohammad Rommy.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Semua hadir memenuhi panggilan penyidik,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono kepada Medcom.id, Jakarta, Selasa, 12 Januari 2020.
 
Hari tak menjelaskan materi yang akan digali penyidik dari delapan saksi tersebut. Yang jelas, saksi diperiksa karena diduga mengetahui ihwal skandal di perusahaan pelat merah tersebut.
 
Kasus Jiwasraya bermula dari laporan masyarakat dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mengendus adanya dugaan tindak pidana korupsi. Perkara itu diduga terjadi sejak 2014 sampai 2018.
 
Jiwasraya melalui Unit Kerja Pusat Bancassurance dan Aliansi Strategis menjual produk JS Saving Plan. Persentase bunga tinggi ditawarkan berkisar antara 6,5 persen dan 10 persen sehingga memperoleh pendapatan total dari premi sebesar Rp53,27 triliun.
 
Hingga Agustus 2019, Jiwasraya menanggung potensi kerugian negara Rp13,7 triliun. Jiwasraya membutuhkan dana Rp32,89 triliun agar bisa mencapai rasio risk based capital (RBC) minimal 120 persen. RBC mengukur tingkat kesehatan finansial suatu perusahaan asuransi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatur minimal batas RBC sebesar 120 persen.
 
Terdapat empat alternatif penyelamatan Jiwasraya. Hal ini mulai dari strategic partner yang menghasilkan dana Rp5 triliun, inisiatif holding asuransi Rp7 triliun, menggunakan skema finansial reasuransi Rp1 triliun, dan sumber dana lain dari pemegang saham sebesar Rp19,89 triliun. Jadi, total dana yang dihimpun dari penyelamatan tersebut sebesar Rp32,89 triliun.
 
Saat ini, ada delapan perusahaan yang tertarik menyuntikan dana untuk pemulihan Jiwasraya. Nantinya satu perusahaan dengan penawaran terbaik dipilih menjadi pemegang saham di Jiwasraya Putra sebagai anak usaha dari Jiwasraya.
 
Jiwasraya Putra membuat perjanjian kerja sama distribusi, salah satunya melalui kerja sama kanal pemasaran bancassurance. Kerja sama tersebut akan menggandeng badan usaha milik negara (BUMN) seperti PT Bank Tabungan Negara, PT Pegadaian, PT Telekomunikasi Seluler, dan PT Kereta Api Indonesia.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif