Ilustrasi rapat di DPR. Foto: Medcom.id/Anggi Tondi
Ilustrasi rapat di DPR. Foto: Medcom.id/Anggi Tondi

Jaksa Agung Beberkan Upaya Usut Kasus Jiwasraya

Nasional Jiwasraya
Nur Azizah • 16 Januari 2020 13:01
Jakarta: Jaksa Agung ST Burhanuddin membeberkan upaya yang dilakukan buat mengusut kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Penyidik memeriksa 130 orang saksi dan dua orang ahli.
 
"Kami juga sudah mengajukan permohonan perhitungan kerugian keuangan negara kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," kata Burhanuddin dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Burhanuddin menuturkan kerugian keuangan negara akan dihitung simultan dengan pemeriksaan investigasi. Kejaksaan Agung juga telah meminta Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) menelusuri transaksi mencurigakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami sudah mengajukan surat permohonan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menggelar audit forensik," ungkap dia.
 
Kejaksaan Agung juga sudah menginventarisasi dan menganalisis dokumen yang disita. Kejaksaan meminta Kementerian Hukum dan HAM mengeluarkan surat pencekalan terhadap 13 orang terkait perkara ini.
 
"Lalu, penyidik telah menetapkan lima orang tersangka dan telah mengeluarkan surat perintah penahanan atas lima orang tersangka tersebut," kata Burhanuddin.
 
Kelimanya ialah Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya, Syahmirwan; mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya; Hary Prasetyo, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Heru Hidayat; dan Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro.
 
Lima tersangka ditahan di tempat berbeda. Hendrisman di Rutan Pomdam Jaya, Syahmirwan di Rutan Cipinang, Heru Hidayat di Rutan Salemba Cabang Kejagung, Benny Tjokro di Rutan KPK, dan Harry di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.
 
"Penahanan lima tersangka sampai 20 hari ke depan. Kami terus mengumpulkan alat bukti untuk melengkapi berkas perkara," kata Jampidsus Adi Toegarisman di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Rabu, 15 Januari 2020.
 
Kelima tersangka dijerat Pasal 2 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Kelimanya juga dijerat Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif