Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto
Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto

Pengusaha Lokal Diperiksa Soal Suap Bupati Indramayu

Nasional OTT Bupati Supendi
Fachri Audhia Hafiez • 01 November 2019 12:50
Jakarta: Sepuluh saksi dari unsur swasta, di antaranya pengusaha lokal, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kasus ini menjerat Bupati Supendi (SP).
 
"Pemeriksaan dilakukan di Polres Cirebon Kota, Jalan Veteran No 05, Kebonbaru, Kejaksaan, Kota Cirebon, Jawa Barat," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat, 1 November 2019.
 
Saksi itu di antaranya Direktur PT Majoma Surya Abadi, Mangihut H Sitompul; Direktur CV Sumber Sedayu, Badrudin; Direktur PT Wijaya Putra Parahiyangan, Dadang Juhata; Direktur CV Wanara Indah, Yudi Wahyudi; Direktur CV Putri Jaya Mandiri, Jeni Arseno Sihabudin; Direktur CV Saka Karya Nawawi, Kasnadi; Direktur PT Ghissani Bangun Sejahtera, Ahmad Fauzi Asmai; dan perwakilan CV Bromo Karya Teknik, Sidik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lalu swasta Andrian dan staf Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk, Budiman," ucap Febri.
 
KPK memeriksa 20 saksi dalam kasus ini di Polres Cirebon sejak Senin, 28 Oktober 2019. Selain pengusaha lokal, saksi berasal dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu.
 
Mereka meliputi ajudan sekretaris daerah Indramayu Wimbawan, Kepala Subbidang (Kasubid) Prasarana Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Omat, Kepala Bidang (Kabid) Tata Bangunan M Krisdiantoro, Kabid Tata Teknis Irigasi Heru Purwanto, Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Rizal Helmi, Kepala Subbagian (Kasubag) Keuangan DPUDK Abdullah Zaini, dan Kabid Jembatan Ramaserina.
 
Keterangan para saksi dibutuhkan KPK untuk menggali informasi mengenai dugaan pengaturan proyek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Indramayu. KPK mendalami aliran dana, fee proyek, dan informasi lain terkait perkara.
 
Supendi terjerat dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus suap proyek di Dinas PUPR Indramayu, Senin, 14 Oktober 2019. Tujuh orang lainnya, terdiri dari ajudan, pegawai, rekanan, kepala dinas, dan beberapa pejabat Dinas PUPR, juga dibekuk.
 
Supendi naik menjadi bupati setelah pejabat sebelumnya, Anna Sophanah, mengundurkan diri, Selasa, 30 Oktober 2018. Supendi dari wakil bupati dilantik menjadi bupati oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Kamis, 7 Februari 2019
 
Supendi dua kali menjadi pendamping Anna Sophanah di Kabupaten Indramayu. Pasangan Anna-Supendi diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat, dan Partai Gerindra.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif