Pengungkapan Kasus Novel Hanya Masalah Waktu
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah) dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III, Rabu, 14 Maret 2018. Foto: MI/Susanto
Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan penanganan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan masih terus berjalan. Pengungkapan kasus ini hanya masalah waktu. 

"Permasalahanya adalah timing. 11 bulan terlihat panjang dibanding dengan kasus yang terungkap cepat hitungannya jam dan hitungan hari. Ada juga kaus yang terungkapnya lama," kata Tito saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III do komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 14 Maret 2018.

Polisi sudah menemukan titik terang kasus ini. Dari hasil investigasi dan pemeriksaan saksi-saksi pelaku penyerangan Novel mengerucut kepada tiga orang. 


Dua metode digunakan untuk mengusut kasus ini. Pertama metode induktif, mengolah tempat kejadian perkara kemudian dikembangkan sampai tertuju pada tersangka. 

Baca: Anggota Komisi III Tagih Janji Kapolri Ungkap Kasus Novel

Metode kedua menggunakan metode deduktif. Menginvestigasi sosok potensial sebagai pelaku dengan indikasi memiliki masalah dengan Novel di masa lalu. 

"Dari metode deduktif ini kita sempat memeriksa saksi-saksi penting yang melihat pada saat kejadian," ujar bekas Kepala Densus 88 itu.

Penyidik Polda Metro Jaya telah mengerucutkan kepada tiga pelaku. Dibantu oleh kepolisian federal Australia disebar sketsa wajah pelaku penyiraman Novel. Polisi lalu membuka layanan aduan masyarakat. 

"Ada cukup banyak feedback yang  diterima. Ada yang bagus informasinya, ada yang tidak berarti ada ratusan informasi," ujar Tito.

Baca: Kalla Yakin Polri Serius Tangani Kasus Novel

Tito meminta publik tak meragukan keseriusan Polri mengungkap kasus yang hampir satu tahun belum terungkap. Pengawasan internal dan eksternal juga sudah diberlakukan terhadap polri.

Beberapa pengawasan internal dari Mabes Polri membentuk tim propam dengan Wasidik Bareskrim melakukan audit investigasi apakah langkah pengungkapan kasus ini sudah berjalan benar.

"Kompolnas juga turun ditambah lagi dengan Ombudsman bahkan teman KPK sudah bergabung. Sekarang kita ada perkembangan terbaru adanya tim pemantau dari Komnas HAM ini akan bisa bersinergi," pungkasnya.





(DMR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id