Dua Ribu Pengendara Terjaring Operasi Zebra di Palembang

Fachri Audhia Hafiez 03 November 2018 04:37 WIB
lalu lintas
Dua Ribu Pengendara Terjaring Operasi Zebra di Palembang
Ilustrasi operasi zebra. ANT/Umarul Faruq.
Palembang: Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan menggelar Operasi Zebra Musi 2018. Sebanyak 2.000 pengendara kendaraan roda dua dan roda empat ditindak dalam operasi yang digelar sejak 30 Oktober 2018 itu.

"Dalam kegiatan Operasi Zebra, kami berupaya melakukan penindakan tegas kepada pengendara yang terjaring di jalan terbukti melakukan pelanggaran lalu lintas seperti tidak memiliki surat-surat dan kelengkapan kendaraan," kata Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol M Taslim seperti dilansir Antara di Palembang, Jumat, 2 November 2018.

Taslim mengatakan ketertiban lalu lintas masyarakat di wilayah 17 kabupaten atau kota dalam wilayah hukum Polda Sumsel tergolong rendah. Sehingga tindakan tegas dalam bentuk tilang sangat diperlukan sebagai efek jera.


"Dengan melakukan penindakan tegas memberikan surat bukti pelanggaran (tilang), diharapkan masyarakat yang biasa mengendarai kendaraan bermotor roda dua dan empat bisa lebih disiplin dan tertib dalam berlalu lintas," ujar Taslim.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengakui rendahnya kesadaran tata tertib lalu lintas masyarakat setempat. Angka kecelekaan lalu lintas di daerah itu pun masih cukup tinggi.

"Kondisi ini menjadi perhatian pihaknya untuk meminimalkan dengan meningkatkan kesadaran tertib lalu lintas masyarakat," ucap Zulkarnain.

Guna meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas, Polda Sumsel juga rutin menggelar operasi kepolisian. Hal ini untuk menegakkan aturan hukum bagi pelanggar lalu lintas seperti Operasi Zebra Musi yang dijadwalkan berlangsung hingga 12 November 2018.

Melalui operasi kepolisian di bidang lalu lintas itu, diharapkan masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor bisa lebih tertib. Serta melengkapi kendaraan dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM) atau kelengkapan teknis kendaraan.

"Jika dalam operasi tersebut ditemukan masyarakat pengguna kendaraan bermotor pribadi dan angkutan umum atau barang tidak mematuhi aturan dan rambu-rambu lalu lintas serta tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan, akan dikenakan tindakan tegas atau tilang," pungkas Zulkarnain. 



(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id