Sidang putusan Mantan Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Universtitas Udayana, Made Meregawa. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
Sidang putusan Mantan Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Universtitas Udayana, Made Meregawa. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Made Meregawa Divonis 3 Tahun Penjara

Nasional kasus korupsi
Fachri Audhia Hafiez • 09 Januari 2019 16:04
Jakarta: Mantan Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Universtitas Udayana, Made Meregawa divonis tiga tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan. Made Meregawa terbukti melakukan korupsi yang merugikan negara hingga Rp25 miliar.
 
"Mengadili, menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Iim saat membaca amar putusan di Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019.
 
Dalam menjatuhi hukuman, hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan. Pertimbangan yang memberatkan, perbuatan Meregawa tidak sejalan dengan program pemerintah dalam pemberantasan korupsi serta perbuatannya menciderai kepercayaan rakyat sebagai penyelenggara negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sementara yang meringankan, terdakwa berlaku sopan selama persidangan, belum pernah menikmati hasil korupsi," ujar hakim.
 
Meregawa terbukti melakukan pengaturan lelang dalam rangka memenangkan PT Duta Graha Indah (DGI) sebagai pelaksana pekerjaan pembangunan RS Pendidikan Khusus Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana Tahun Anggaran 2009 dan 2010.
 
Dia mengupayakan PT DGI memenangkan lelang dengan cara melakukan pertemuan dan kesepakatan dengan pihak peserta pengadaan. Hal itu dilakukannya sebelum atau pada saat proses pengadaan dilaksanakan.
 
Baca:Eks Petinggi Universitas Udayana Didakwa Rugikan Negara Rp25,9 Miliar
 
Meregawa disebut telah mengarahkan panitia pengadaan agar melakukan penyusunan harga perkiraan sendiri (HPS) berdasarkan data yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
 
Meregawa disebut telah memperkaya PT DGI sebesar Rp14 miliar serta memperkaya mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazarudin dan korporasi yang di bawah kendali Nazarudin yakni PT Anak Negeri, PT Anugerah Nusantara, dan Grup Permai sebesar Rp 10.290.944.000.
 
Perbuatan Made Maregawa mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp25 miliar sesuai dengan Laporan Hasil Audit dalam Rangka Perhitungan Kerugian Negara, yang dilakukan oleh ahli dari BPKP nomor SR-698/D6/01/2016 tanggal 4 Oktober 2016.
 
Atas perbuatannya, Meregawa terbukti melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 dan Pasal 64 ayat 1 KUHP.
 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif