Eddy Sindoro. Foto: MI/Bary Fathahilah.
Eddy Sindoro. Foto: MI/Bary Fathahilah.

Eddy Sindoro Bantah Menyuap Panitera

Nasional suap di ma
Damar Iradat • 07 Januari 2019 19:29
Jakarta: Mantan bos Lippo Group Eddy Sindoro membantah mengenal Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution. Ia juga tak pernah menginstruksikan menyuap Edy Nasution untuk mengurus perkara sejumlah perusahaan.
 
Bantahan itu disampaikan Eddy Sindoro usai mendengarkan keterangan para saksi yang dihadirkan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Salah satu saksi, Wresti Kristina Hesti dalam kesaksiannya menyebut, Eddy Sindoro menginstruksikan agar dirinya memberikan Edy Nasution sejumlah uang.
 
"Saya enggak pernah perintahkan memberi sesuatu kepada Pak Edy Nasution," kata Eddy Sindoro di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 7 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak hanya itu, Eddy Sindoro membantah menginstruksikan agar Presiden Direktur Enterprise Ervan Adi Nugroho menyiapkan uang Rp50 juta untuk Edy Nasution. Uang Rp50 juta itu diklaim sebagai hadiah untuk pernikahan putri Edy Nasution.
 
Ia juga membantah menginstruksikan Wresti berkenalan dengan Edy Nasution untuk membahas perkara sejumlah perusahaan. Menurutnya, dia tak pernah memiliki keterkaitan dengan dua perusahaan yang disebut oleh Wresti.
 
Dia mengakui Wresti pernah menceritakan permasalahan yang dihadapi PT Metropolitan Tirta Perdana (MTP) dan PT Across Asia Limites (AAL). Namun ia tidak pernah menginstruksikan memberi suap.
 
"Bu Wresti cerita, saya tanggapi," tegas Eddy.
 
Eddy Sindoro didakwa menyuap panitera Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Edy Nasution. Suap diduga diberikan terkait pengurusan sejumlah perkara untuk beberapa perusahaan di bawah Lippo Group yang ditangani di PN Jakarta Pusat.
 
Baca: KPK Panggil Lagi Empat Polisi Ajudan Nurhadi
 
Suap tersebut antara lain sebesar Rp100 juta agar Edy Nasution menunda aanmanning PT Metropolitan Tirta Perdana (MTP). Uang tersebut diberikan melalui perantara Wawan Sulistyawan dan Doddy Aryanto Supeno.
 
Selain itu, Eddy Sindoro juga didakwa menyuap Edy Nasution sebesar Rp50 juta dan USD50 ribu. Uang suap itu terkait permintaan perkara PK yang diajukan PT AAL.
 
Eddy disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a dan atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU Tindak Pidana Korupsi Nomor 20 Tahun 2001 junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif