Novanto Kembalikan Lagi Rp862 Juta ke KPK

Sunnaholomi Halakrispen 23 Oktober 2018 15:10 WIB
korupsi e-ktp
Novanto Kembalikan Lagi Rp862 Juta ke KPK
Juru bicara KPK Febri Diansyah - MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Setya Novanto kembali membayarkan uang pengganti ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Novanto menyerahkan Rp862 juta. 

"(penyerahan dengan) pemindah bukuan uang di tabungan Setya Novanto sebesar Rp862 juta dari PT Bank CIMB Niaga Tbk di Kantor Cabang Daan Mogot ke rekening Bendahara Penerima KPK di Bank Mandiri," beber juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa, 23 Oktober 2018.

Ini merupakan cicilin Novanto keempat. Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu diharuskan membayar uang pengganti sebesar USD7,3 juta.


"Ini merupakan bagian dari cicilan pembayaran uang pengganti yang dilakukan oleh Setya Novanto," imbuh dia.

Novanto berjanji mengembalikan uang pengganti terkait korupsi yang ia lakukan. Untuk membayar itu dia bakal menjual salah satu rumahnya di Cipete, Jakarta Selatan. 

(Baca juga: KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara)

Febri menyebut sampai saat ini KPK masih menunggu penjualan rumah itu. "KPK juga menunggu informasi rencana penjualan salah satu rumah SN seperti yang disampaikan oleh isteri yang bersangkutan sebelumnya," pungkas dia. 

Novanto tercatat sudah empat kali membayar uang pengganti dengan cara dicicil. Pertama, Novanto mengembalikan uang sebanyak Rp5 miliar.

Kedua, pada Mei 2018 lalu Novanto kembali mencicil uang pengganti sebesar USD100 ribu. Ketiga, Unit Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) KPK mengeksekusi uang yang ada di dalam rekening Novanto sebesar Rp1.116.624.197.

Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Setya Novanto. Selain hukuman pidana penjara, Novanto juga didenda sebesar Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Novanto juga dituntut majelis hakim untuk membayar uang pengganti sebesar USD7,3 juta dikurangi uang yang telah dikembalikan Rp5 miliar subsider 2 tahun kurungan. Majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik Novanto selama 5 tahun.

(Baca juga: Irvanto Diduga Kombinasikan Modus Pencucian Uang untuk Bantu Novanto)
 



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id