Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. MI/Susanto.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. MI/Susanto.

Pihak Novel Diminta Tak Berasumsi

Nasional novel baswedan
Siti Yona Hukmana • 20 Juni 2019 15:31
Jakarta: Polda Metro Jaya menanggapi pernyataan Kuasa Hukum Novel Baswedan tentang dugaan keterlibatan anggota Polri dalam penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. Polda Metro Jaya meminta pihak Novel tak berasumsi.
 
"Tidak boleh berasumsi dan berprasangka yang tidak ada data dan fakta, karena bisa menimbulkan fitnah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada Medcom.id di Jakarta, Kamis, 20 Juni 2019.
 
Kuasa hukum Novel Alghiffari Aqsa menduga anggota polisi terlibat dalam penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Alghiffari Aqsa mengaku mendapatkan informasi itu dari tim gabungan yang menyelidiki kasus tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bulan lalu ada konfirmasi dari salah satu anggota tim gabungan, bahwa ada kuatnya dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian dalam kasus kekerasan terhadap Novel Baswedan," kata Alghiffari Aqsa.
 
Baca:Tim Gabungan Menyelami Kesaksian Novel Baswedan
 
Penyidik Polri memeriksa Novel di Gedung KPK, hari ini. Tindakan itu merupakan lanjutan dari pemeriksaan yang dilakukan di Singapura beberapa waktu lalu.
 
Penyidik ingin menindaklanjuti sejumlah keterangan yang didapat dari pemeriksaan sebelumnya. "Materi yang dipertanyakan berkaitan dengan apakah yang bersangkutan ada ancaman, apakah ada saksi lain dan sebagainya," beber Argo.
 
Tim gabungan khusus dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian melalui surat tugas Kapolri bernomor Sgas/3/I/HUK.6.6./2019 yang dikeluarkan pada 8 Januari 2019. Tim ini bertugas menyelidik dan menyidik kekerasan terhadap Novel selama enam bulan terhitung sejak 8 Januari 2019 sampai dengan 7 Juli 2019.
 
Baca: Pemeriksaan Novel Diharap Bukan Basa-basi
 
Novel diserang orang tak dikenal usai menjalani salat Subuh di Masjid Al-Ihsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa, 11 April 2017. Hingga 800 hari pascateror, polisi belum juga mengungkap pelaku atau otak intelektual dari teror keji tersebut.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif