Presidium IPW Neta S Pane. MI/Susanto.
Presidium IPW Neta S Pane. MI/Susanto.

Empat Jenderal Bintang Dua di Bursa Kabareskrim

Nasional polri
Juven Martua Sitompul • 06 November 2019 17:27
Jakarta: Indonesia Police Watch (IPW) menyebut beberapa perwira tinggi layak masuk bursa calon Kabareskrim. Posisi Kabareskrim kosong usai ditinggal Jenderal Idham Azis yang dilantik sebagai Kapolri.
 
“Ada empat nama yang menjadi calon kuat Kabareskrim,” kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane di Jakarta, Rabu, 6 November 2019.
 
Mereka ialah Kadiv Propam Irjen Listyo Sigit, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono, Deputi Operasi Polri Irjen Martuani Sormin, dan Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto. Keempatnya dianggap jenderal berprestasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


IPW tak ingin mendahului keputusan prerogatif Kapolri terkait penunjukan Kabareskrim. Idham diminta mencermati dinamika internal dalam memilih Kabareskrim.
 
"Figur calon mempunyai pengalaman yang mumpuni di bidang reserse dan faktor kedekatan dengan ulama," ujar Neta.
 
Neta menyebut faktor kedekatan dengan ulama menjadi hal penting. Sebab, masyarakat memandang ulama sebagai panutan. Polri dan ulama bisa bekerja sama menjaga stabilitas keamanan. Pendekatan itu juga bisa menetralisir isu kriminalisasi ulama yang memuncak pada Pilpres 2019.
 
“Dengan demikian Kabareskrim tersebut bisa membantu tugas-tugas Kapolri yang baru dalam menjaga stabilitas keamanan maupun penegakan hukum,” ucap Neta.
 
Neta juga berharap sosok Kabareskrim baru mampu mengusut kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.
 
“Sehingga Polri maupun Kapolri yang baru tidak terus menerus tersandera kasus penyiraman air keras itu,” pungkasnya.
 

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif