Ilustrasi Gedung KPU. Medcom/Faisal Abdalla.
Ilustrasi Gedung KPU. Medcom/Faisal Abdalla.

Korupsi Meruntuhkan Moralitas KPU

Nasional OTT KPK
Kautsar Widya Prabowo • 09 Januari 2020 11:22
Jakarta: Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menyebut operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan jadi cermin buruk demokrasi Indonesia. JPRR menyebut moral KPU telah runtuh sebagai penyelenggara pemilu.
 
"Sebagai lembaga yang independen dan mengedepankan integritas ternyata telah meruntuhkan integritas moral nya dengan praktik korupsi," kata Koodinator Nasional JPPR Alwan Ola Riantoby di Jakarta, Kamis, 9 Januari 2020.
 
Alwan menilai OTT KPK menjadi momentum membersihkan koruptor dari tubuh KPU. Ia khawatir tingkah oknum korup di lembaga penyelenggara pemilu itu menghilangkan kepercayaan publik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Alwan menegaskan tindakan Wahyu berbanding terbalik dengan semangat KPU melarang mantan narapidana korupsi maju dalam Pilkada Serentak 2020. Tindakan Wahyu bakal membawa pengaruh buruk dalam persiapan pilkada serentak.
 
"Sangatlah berdampak pada tahapan pilkada 2020 yang akan di laksanakan di 270 daerah," jelas dia.
 
KPK diminta mengusut tuntas kasus korupsi yang menjerat Wahyu itu. KPU juga diminta transparan dan kooperatif dalam penanganan kasus tersebut.
 
"Meminta KPU membuka ke publik secara objektif siapa yang memberikankan suap, dan apa indikasi nya," pungkasnya.
 
Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wahyu Setiawan. Wahyu diringkus bersama tiga orang lainnya. KPK belum menjelaskan secara rinci kasus dugaan suap yang menjerat Wahyu.
 
Ketua KPU Arief Budiman telah mengonfirmasi kabar tersebut ke KPK. Arief didampingi komisoner lainnya, Ilham Saputra, Hasyim Asy'ari, dan Pramono Ubaid, menemui Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih.
 
Arief tak diberitahu siapa tiga orang lain yang ikut diperiksa penyidik KPK. KPK juga belum membocorkan perkara apa yang menjerat Wahyu.
 

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif