Wakil Ketua KPK Alexander Marwata bersama Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata bersama Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

Bupati Sidoarjo Tersangka Suap Proyek

Nasional OTT KPK
Arga sumantri • 08 Januari 2020 23:29
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Sidoarjo, Jawa Timur, Saiful Ilah (SSI) sebagai tersangka. Saiful diduga menerima suap dari pihak swasta Ibnu Ghopur (IGR) terkaitsejumlah proyek di Sidoarjo.
 
"Pada tanggal 7 Januari 2020, IGR diduga menyerahkan fee proyek kepada SSI, Bupati Sidoarjo sebesar Rp350 juta," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK Jakarta, Rabu, 8 Januari 2020.
 
Uang diberikan Ghopur dalam tas ransel melalui ajudan Saiful, Novianto (N). Alexander menjelaskan bahwa awal mula kasus suap dimulai saat Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga, Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo melakukan pengadaan beberapa proyek pada 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ghopur adalah salah satu kontraktor yang mengikuti pengadaan untuk proyek-proyek tersebut. Pada Juli 2019, Ibnu melapor ke Saiful ingin menggarap proyek Jalan Candi-Prasung. Namun, ada proses sanggahan dalam pengadaannya sehingga terancam tidak mendapatkan proyek tersebut.
 
Ibnu pun meminta Saiful untuk tidak menanggapi sanggahan tersebut dan memenangkan pihaknya. Proyek senilai Rp21,5 miliar itu pun akhirnya jatuh ke tangan Ibnu.
 
Sekitar Agustus-September 2019, Ibnu melalui beberapa perusahaannya juga memenangkan empat proyek. Keempatnya yaitu proyek pembangunan Wisma Atlet senilai Rp13,4 miliar, pembangunan Pasar Porong Rp17,5 miliar, Jalan Candi-Prasung senilai Rp21,5 miliar, dan peningkatan Afv. Karag Pucang Desa Pagerwojo Kecamatan Buduran senilai Rp5,5 miliar
 
Setelah menerima termin pembayaran, Ibnu bersama pihak swasta lainnya bernama Totok Sumeidi diduga memberikan sejumlah fee kepada beberapa pihak di Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Ini merupakan penerimaan yang sudah terjadi sebelum operasi tangkap tangan dilakukan pada 7 Januari 2020.
 
Para penerima fee tersebut yakni Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Sanadjihitu Sangadji; Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo Judi Tetrahastoto; dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo Sunarti Setyaningsih.
 
Sanadjihitu diduga menerima fee Rp300 juta pada akhir September 2019. Sebanyak Rp200 juta di antaranya diberikan oleh Saiful pada Oktober 2019.
 
Sedangkan, Judi diduga menerima fee Rp240 juta. Lalu Sunarti menerima fee Rp200 juta pada Januari 2020.
 
Saiful dan tiga pejabat Pemkab Sidoarjo ini pun ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sedangkan Ibnu dan Totok ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.
 
Saiful dan tiga pejabat Pemkab Sidoarjo selaku penerima disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sedangkan, Ibnu dan Totok selaku pemberi suap disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif