Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam

Polisi Tunggu Kehadiran Rizieq Shihab Hingga Malam Ini

Nasional protokol kesehatan Muhammad Rizieq Shihab
Siti Yona Hukmana • 01 Desember 2020 15:35
Jakarta: Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab belum memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan dalam acara akad nikah anaknya. Polisi masih menunggu kedatangan Rizieq.
 
"Kita tunggu, mudah-mudahan sampai sore atau nanti malam dia datang menenuhi panggilan untuk diperiksa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 1 Desember 2020.
 
Penyidik Polda Metro Jaya juga mengagendakan pemeriksaan terhadap menantu Rizieq, MHA; sekuriti, J; dan Biro Hukum Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Y. Yusri mengatakan pemeriksaan terhadap J sudah dilakukan pada Senin, 30 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Y telah menghadiri pemeriksaan pada pukul 11.00 WIB, Selasa, 1 Desember 2020. Pemeriksaan terhadap Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta itu masih berlangsung.
 
Yusri mengatakan hanya Rizieq dan MHA yang belum memenuhi panggilan penyidik. Keduanya juga belum melayangkan surat pemberitahuan jika memang tidak bisa menghadiri pemeriksaan.
 
"Biasanya kalau tidak hadir akan datang pengacaranya mengantarkan, selama dia patut dan wajar menyampaikan alasan yang bisa diterima oleh penyidik, maka kita akan menjadwalkan ulang," ujar Yusri.
 
Baca: Rizieq Diperbolehkan Mangkir Pemeriksaan dengan Syarat
 
Akad nikah anak Rizieq dan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 14 November 2020 ramai didatangi pengikut Rizieq. Banyak peserta yang berkerumun, tidak menjaga jarak, dan meningkatkan potensi penyebaran covid-19.
 
Sejumlah peserta juga kedapatan tidak menggunakan masker. Banyak pula peserta acara yang menggunakan masker tak sesuai ketentuan, seperti digunakan di bawah dagu. Tak berselang lama, sebanyak 30 orang dinyatakan positif covid-19 di Petamburan, Jakarta Pusat.
 
Polisi menyatakan ada unsur pidana dalam pelanggaran protokol kesehatan di sana. Kini polisi tengah mencari tersangka yang bisa dikenai Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dengan ancaman kurungan satu tahun atau denda Rp100 juta.
 
Lalu, Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan untuk Melakukan Kekerasan dan Tidak Menuruti Ketentuan Undang-Undang, dengan ancaman enam tahun penjara atau denda Rp4.500. Pasal 216 ayat 1 KUHP tentang Menghalang-halangi Ketentuan Undang-Undang, dengan ancaman pidana penjara empat bulan dua minggu atau denda Rp9.000.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif