Politikus Partai Hanura Ambroncius Nababan/Dok Istimewa.
Politikus Partai Hanura Ambroncius Nababan/Dok Istimewa.

Tersandung Kasus Ujaran Kebencian, Politikus Hanura Pertimbangkan Praperadilan

Nasional partai hanura praperadilan ujaran kebencian
Siti Yona Hukmana • 27 Januari 2021 20:53
Jakarta: Politikus Hanura, Ambroncius Nababan, menimbang praperadilan atas penetapan tersangka dirinya di kasus ujaran kebencian. Ambrocius belum memutuskan langkah hukum tersebut.
 
"Masalah praperadilan akan kita pikirkan nanti ke depan. Begitu juga penangguhan penahanan beliau, karena itu adalah hak kita," kata kuasa hukum Ambroncius, Herman Sitompul, di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 27 Januari 2021.
 
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Tipidsiber) Bareskrim Polri menetapkan Ambroncius sebagai tersangka pada Selasa, 26 Januari 2021. Penetapan tersangka dilakukan usai menggelar perkara. Penyidik mengantongi dua alat bukti yang cukup untuk menjadikan Ambroncius sebagai tersangka. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Atribut Jokowi-Amin Tak Membuat Ambroncius Nababan Kebal Hukum
 
Kader Hanura itu langsung dijemput paksa oleh penyidik ke kediamannya untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Dia menjalani pemeriksaan hingga Selasa malam. Usai diperiksa, Ambroncius langsung ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.
 
Ambroncius dijerat pasal berlapis. Yakni, Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 
 
Kemudian, Pasal 16 jo Pasal 4 huruf b ayat (2) UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Kemudian, Pasal 156 KUHP tentang Penodaan Agama. Dengan ancaman di atas lima tahun penjara. 
 
Sebelumnya, akun Facebook atas nama Ambroncius Nababan sempat viral. Lantaran, mengunggah konten bersifat rasisme terhadap aktivis Papua Natalius Pigai. Tudingan itu berkaitan dengan foto kolase Natalius Pigai dan gorila yang diunggah oleh Ambroncius Nababan. 
 
Dalam foto tersebut, Ambroncius menyandingkan foto Natalius Pigai dengan gorila dan kadal gurun. Pada foto juga bertulis narasi.
 
"Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Vaksin sinovac itu dibuat untuk manusia bukan untuk gorilla apalagi kadal gurun. Karena menurut UU Gorila dan kadal gurun tidak perlu divaksin. Faham?" ujar Ambroncius Nababan.
 
Ambroncius mengakui mengunggah foto dan narasi bernada rasis itu. Dia menyebut hal itu sebagai bentuk kritik terhadap pernyataan Natalius yang menolak serta tak percaya dengan vaksin sinovac covid-19. Dia menegaskan unggahan itu bukan untuk melakukan ujaran kebencian atau rasial terhadap aktivis Papua tersebut.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif