Ilustrasi Kejagung. MI/Pius Erlangga
Ilustrasi Kejagung. MI/Pius Erlangga

Diduga Makelar Suap, Menantu Eks Dirut BTN Diperiksa

Nasional kasus korupsi BTN kejaksaan agung
Media Indonesia • 08 Oktober 2020 10:29
Jakarta: Penyidik Direktorat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung menjadwalkan pemeriksaan menantu mantan Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Maryono, Widi Kusuma Purwanto. Pemeriksaan terkait kasus gratifikasi yang menjerat Maryono.
 
"Kami panggil besok (Kamis, 8 Oktober 2020)," kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah, Rabu, 7 Oktober 2020.
 
Widi diduga menjadi perantara atau makelar gratifikasi dari dua perusahaan ke kantong Maryono. Pemberian uang terkait pemberian fasilitas kredit kepada PT Titanium Property dan PT Pelangi Putera Mandiri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sedianya Widi diperiksa Selasa, 6 Oktober 2020. Namun, Widi tak memenuhi panggilan penyidik.
 
(Baca: Kejagung: Gratifikasi Dirut BTN Pintu Masuk Kasus Lain)
 
Kejagung menetapkan Maryono dan Direktur PT Pelangi Putera Mandiri, Yunan Anwar, sebagai tersangka. Yunan diduga memberikan uang Rp2,275 miliar.
 
Sementara itu, pihak PT Titanium Property masih berstatus sebagai saksi. Perusahaan itu memberikan uang Rp870 juta kepada Maryono.
 
Pemberian uang dari kedua perusahaan itu ditransfer melalui rekening Widi. Penyidik telah memeriksa Direktur PT Titanium Property periode 2012-2018, Fadjri Albanna, sebagai saksi, pada Senin, 5 Oktober 2020.
 
Namun, Fadjri mangkir pada panggilan kedua Selasa, 6 Oktober 2020. Penyidik menjadwalkan ulang pemanggilan Fadjri, Jumat, 9 Okotber 2020. Penyidik juga telah mencegah Fadjri bepergian ke luar negeri.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif