Ilustrasi. medcom.id
Ilustrasi. medcom.id

4 Fakta Eks Kasat Reskrim Polres Jaksel Jalani Sidang Etik Buntut Kasus Sambo

Adri Prima • 29 September 2022 13:12
Jakarta: Polri menggelar sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terhadap anggota yang diduga melanggar etik dalam penanganan kasus penembakan Brigadir J.
 
Kini, giliran mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) AKBP Ridwan Rheky Nellson Soplanit (RS) yang menjalani sidang etik.
 
Berikut ini fakta-fakta terkait sidang etik AKBP Ridwan Rheky Soplanit:

1. Disidang pada Kamis, 29 September 2022


AKBP Ridwan Soplanit menjalani sidang hari ini, Kamis, 29 September 2022. "Hari ini sidang KKEP terduga pelanggar AKBP RS," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 29 September 2022.
 
Ramadhan mengatakan sidang etik itu dimulai pukul 10.00 WIB di ruang sidang Divpropam Polri Gedung TNCC Lantai 1 Mabes Polri. 

2. Peran AKBP Ridwan dalam kasus Brigadir J


AKBP Ridwan turut menjadi saksi kunci rekayasa Irjen Ferdy Sambo melancarkan skenario pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau BrigadirJ. Ia menjadi orang pertama yang hadir di tempat kejadian perkara (TKP), rumah dinas Ferdy Sambo semasa menjabat Kadiv Propam di Kompleks Polri, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


AKBP Ridwan juga mendampingi eks Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto saat mengumumkan kematian Brigadir J menggunakan kronologi versi baku tembak dengan Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E.

3. Tidak profesional dalam bertugas


Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan belum memerinci pelanggaran yang dilakukan mantan anak buah eks Kapolres Jaksel Kombes Budhi Herdi Susianto itu. Namun yang pasti, AKBP Ridwan dinilai tidak profesional.
 
"Wujud perbuatan diduga ketidakprofesionalan dalam melaksanakan tugas," ujar Ahmad Ramadhan.

4. AKBP Ridwan disangkakan pasal tentang kode etik profesi


AKBP Ridwan Soplanit dipersangkakan melanggar Pasal 13 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf b, Pasal 6 ayat 1 huruf d, Pasal 10 ayat 2 huruf a Peraturan Polri (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.
 
Total ada 35 anggota yang diduga melanggar etik dalam penanganan kasus Brigadir J. Sebanyak 17 anggota telah disidang, sisa 18 orang lagi yang akan menjalani sidang KKEP. Polri berkomitmen menuntaskan sidang etik tersebut.
 
(PRI)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif