Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Medcom.id
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Medcom.id

Jelang Akhir Tahun, Kepolisian dan Intelijen Diminta Lebih Sigap

Nasional mahfud md polri bin natal dan tahun baru
Cahya Mulyana • 26 September 2021 00:48
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD meminta petugas kepolisian dan intelijen lebih sigap dalam pencegahan serta penindakan kriminalitas. Sebab mulai September hingga akhir tahun gangguan keamanan sering meningkat.
 
"Pada masa sekarang yang biasanya kalau menjelang akhir tahun atau di sekitar bulan September selalu ramai dengan isu seperti ini (tindak kriminal berbau agama) maka supaya (aparat) mengantisipasinya dengan sebaik-baiknya," ujar Mahfud dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 September 2021.
 
Dia menegaskan aparat keamanan tidak perlu ragu-ragu menindak pihak yang berpotensi mengganggu keamanan. Hal serupa juga berlaku bagi masyarakat ketika mengetahui terdapat pihak yang berupaya melakukan kriminalitas atas nama agama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika mengalami sesuatu perundungan, ancaman, atau bahkan mencurigai seseorang atau sekelompok orang ingin melakukan sesuatu yang tidak baik, ingin melakukan sesuatu yang melanggar hukum, laporkan segera ke aparat keamanan setempat," tutur dia.
 
Mahfud juga meminta kepolisian tidak terburu-buru mengungkap motif dan pelaku kriminalitas terhadap tokoh dan fasilitas keagamaan. Terlebih memutuskan bahwa pelaku mengalami gangguan kejiwaan.
 
"Jangan terburu-buru memutuskan bahwa pelakunya orang gila seperti yang sudah-sudah," tegas Mahfud.
 
Dia menilai vonis cepat kepolisian tidak boleh terulang. Pemerintah meminta kepolisian membawa seluruh pelaku ke pengadilan untuk mendapatkan hukuman yang adil.
 
"Pemerintah tidak sependapat kalau semua pelakunya orang gila. Biarlah diproses dan dibawa ke pengadilan," kata Mahfud.
 
Dia meminta Korps Bhayangkara menyerahkan status kejiwaan kepada hakim. "Bila ada keraguan pelakunya gila biar hakim yang memutuskan. Kalau terungkap sakit jiwa biar pengadilan yang memutuskan," tutur dia.
 
Baca: Polisi Diminta Tak Buru-buru Vonis Pelaku Penyerang Simbol Keagamaan Gangguan Jiwa
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif