Tersangka kasus suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih menjawab pertanyaan wartawan seusai pemeriksaan di KPK, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Tersangka kasus suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih menjawab pertanyaan wartawan seusai pemeriksaan di KPK, Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Eni Saragih Keberatan Suami Dijadikan Saksi

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Nur Azizah • 02 Januari 2019 12:33
Jakarta: Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih menolak suaminya, Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq, dijadikan saksi terhadapnya di sidang tindak pidana korupsi (tipikor). Eni adalah terdakwa kasus suap kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau.
 
"Saya keberatan karena beliau adalah suami saya yang mulia," kata Eni kepada hakim sidang di Gedung Pengadilan Tipikor DKI Jakarta, Jalan Bungur, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu 2 Januari 2018.
 
Al Khadziq juga mengaku belum siap diambil kesaksiannya. Ia meminta sidang untuk mengambil keterangannya ditunda. "Karena ada beban di hati saya. Saya minta untuk tidak diambil keterangan saya hari ini," kata dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hakim sempat menanyakan apakah keterangan Al Khadziq di penyidikan benar atau tidak. Namun, akhirnya hakim memutuskan untuk menunda pemeriksaan keterangan Al Khadziq.
 
"Untuk keterangan saksi ini, kita tunda dulu karena yang bersangkutan telah memberikan keterangan di penyidikan," ungkap dia.
 
Selain Al Khadziq, enam orang lainnya dijadwalkan bersaksi dalam sidang dengan terdakwa Eni Saragih. Saksi itu ialah mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham; Wasekjen Golkar Sarmuji; pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal Samin Tan; staf Samin Tan, Nenie Afwani; Direktur PT One Connect Indonesia Herwin Tanuwidjaja, dan Presiden Direktur PT Isargas Iswan Ibrahim.
 
Baca: Idrus Marham Segera Diadili
 
Sebelumnya, Eni diduga telah menerima suap Rp4,8 miliar untuk mengatur BlackGold Natural Resources Limited masuk dalam konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-I. Sementara itu, Idrus dijanjikan hadiah oleh Johannes Budisutrisno Kotjo, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, sebanyak USD1,5 juta.
 
Proyek pembangunan PLTU Riau-I ini adalah bagian dari program tenaga listrik 35 ribu megawatt (MW) yang didorong oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla. Pemerintah menargetkan PLTU Riau-I bisa beroperasi pada 2020 atau 2021.
 
Pada Januari 2018, Pembangkitan Jawa-Bali (PJB), Perusahaan Listrik Negara (PLN) Batu Bara, BlackGold, Samantaka, dan Huadian menandatangani letter of intent (LoI) atau surat perjanjian bisnis yang secara hukum tak mengikat para pihak. LoI diteken untuk mendapatkan perjanjian pembelian tenaga listrik (PPA) atas PLTU Riau-I. Samantaka rencananya akan menjadi pemasok batu bara untuk PLTU Riau-I.
 


 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif