Ilustrasi pengumpulan bukti. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi pengumpulan bukti. Medcom.id/M Rizal

Bukti Istri Nurhadi Beli Apartemen Diserahkan ke KPK

Nasional Suap di MA
Siti Yona Hukmana • 27 Maret 2020 13:45
Jakarta: Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyerahkan salinan kuitansi pembelian apartemen keluarga mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apartemen itu dibeli isteri Nurhadi, Tin Zuraida.
 
Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan bukti yang diserahkan berupa tiga salinan kuitansi pembelian apartemen. Kuitansi itu berupa berisi cicilan tiga unit apartemen District 8 Jalan Senopati 8, Jakarta Selatan. Masing-masing kuitansi senilai Rp250 juta, Rp112,5 juta, dan Rp114,5 juta.
 
"Ditengah merebaknya virus korona, tiga kopian kuitansi telah disampaikan kepada KPK via email pengaduan masyarakat KPK sebagaimana terdapat dalam foto tangkap layar (screeshoot)," kata Boyamin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 27 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia juga menyarankan KPK memanggil manajemen PT Sumbercipta Griyautama (SCGU) selaku pengembang kompleks apartemen tersebut. MAKI berharap KPK dapat menjerat Nurhadidengan pasal pencucian uang lewat dokumen tersebut. Sebab, nilai transaksi cicilan apartemen dalam satu bulan sangat besar.
 
"Itu sistem pembayaran tunai, sehingga diduga bukan dari pengasilan resmi keluarga PNS," ujarnya.''
 
Baca:Pengacara Minta Nurhadi Menyerahkan Diri
 
MAKI juga berharap KPK menyelidiki dokumen kuitansi tersebut untuk memperoleh gambaran lokasi aset-aset Nurhadi dan keluarganya. Dia berharap keberadaan Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, dapat terlacak.
 
Nurhadi, Rezky, Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di MA. Nurhadi melalui Rezky diduga telah menerima suap dan gratifikasi dengan nilai mencapai Rp46 miliar.
 
Pengacara Minta Nurhadi Menyerahkan Diri
Tersangka Nurhadi. MI/Rommy Pujianto
 
Nurhadi dan Rezky dikenakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Sementara Hiendra disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

(SUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif