Terduga pelaku hipnotis terhadap istri mantan pegawai Metro TV terekam kamera CCTV. Foto: Istimewa
Terduga pelaku hipnotis terhadap istri mantan pegawai Metro TV terekam kamera CCTV. Foto: Istimewa

Istri Eks Pegawai Metro TV Dihipnotis, Rp6 Juta untuk Berobat Raib

Nasional pencurian polri DKI Jakarta Metro TV hipnotis
Siti Yona Hukmana • 04 Mei 2021 23:43
Jakarta: Istri mantan pegawai Metro TV Rochmad Nur Wijaya, Iswanti Wijaya, mengaku menjadi korban penipuan bermodus hipnotis. Pelaku mengaku sebagai teman dekat mendiang suaminya semasa aktif bertugas menjadi koordinator cameraperson Metro TV. 
 
"Barang-barang yang hilang adalah dua unit handphone dan uang tunai Rp6 juta. Itu untuk pengeluaran rumah sakit saya berobat," kata Iswanti kepada Medcom.id, Selasa, 4 Mei 2021.
 
Iswanti menjelaskan kronologi kasus penipuan dengan hipnotis itu. Peristiwa berawal saat pelaku, seorang ibu paruh baya, mendatangi kediamannya di Jalan Pejaten Barat II, Jakarta Selatan, sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa, 4 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Hati-hati Penipuan Online Berkedok Tagihan Jelang Lebaran
 
Iswanti kaget atas kedatangan pelaku. Dia tidak mengenal pelaku. Dia juga tidak mengetahui dari mana pelaku mengetahui alamat rumahnya.
 
"Iming-iming dia itu pengin bantu saya untuk mengurus surah Yasin almarhum suami saya 40 hari," ujar Iswanti. 
 
Iswanti menolak tawaran itu. Pasalnya, dia hendak pergi ke Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kemang Medical Care, Ampera, Jakarta Selatan, untuk menjalani rawat inap akibat menderita penyakit demam berdarah (DBD). 
 
"Ketika saya dijemput sama teman saya, dia maksa ikut ke rumah sakit. Saya bilang saya enggak mau," ungkap Iswanti. 
 
Namun, pelaku ngotot ikut ke rumah sakit. Dia mengaku berhutang budi terhadap almarhum Rochmad yang meninggal, Kamis malam, 22 April 2021. Pelaku mengeklaim Rochmad telah membantu anaknya bekerja di Metro TV.
 
"Dia bawa-bawa nama media almarhum suami saya. Akhirnya dia ikut ke mobil untuk ke rumah sakit," ucap Iswanti. 
 
Iswanti belum menaruh curiga terhadap pelaku. Pasalnya, pelaku juga mengajak salat bersama. Namun, saat salat, pelaku mengambil tas Iswanti yang dititipkan kepada temannya di kantin. 
 
"Dia bilang ke teman saya dengan alasan saya yang menyuruh mengambil tas. Ketika saya selesai salat, dia hilang dan tas saya ada di semak-semak. Isinya sudah tidak ada," beber Iswanti. 
 
Korban akhirnya sadar telah dihipnotis. Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Pasar Minggu. Rumah sakit telah membantu memburu pelaku dengan mengecek kamera closed-circuit television (CCTV). 
 
Dalam kamera pemantau itu, seorang ibu berbadan sedikit pendek tampak mengenakan baju hitam, celana hitam, dan penutup kepala biru. Dia berjalan di rumah sakit sambil merogoh tas yang dipegangnya. 
 
Iswanti berharap bantuan polisi dan masyarakat. Dia menunggu informasi apabila ada yang melihat pelaku tersebut. 
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif