Petinggi PLN Maluku-Papua Diusut KPK

Sunnaholomi Halakrispen 12 September 2018 13:22 WIB
Korupsi PLTU Riau-1
Petinggi PLN Maluku-Papua Diusut KPK
Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PT PLN (Persero) Ahmad Rofiq. Pemanggilan itu untuk pemeriksaan kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ES (Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih)," kata Febri saat dikonfirmasi, Rabu, 12 September 2018.

Sementara itu, Eni baru-baru ini memang kerap mengungkap hal-hal baru terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-I. Salah satunya, soal perintah dari partai, khususnya para elite Golkar, agar mengawal proyek PLTU Riau-I.


Dia mengungkapkan kucuran dana suap PLTU Riau-I yang diterimanya dari bos BlackGold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo. Dana itu disebut mengalir ke acara musyawarah nasional luar biasa (munaslub) Partai Golkar yang mengukuhkan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sebagai ketua umum menggantikan Setya Novanto.

Eni pun mengungkap adanya sejumlah pertemuan antara dirinya bersama Johannes dengan mantan Menteri Sosial Idrus Marham dan Dirut PLN Sofyan Basir. Tujuannya, untuk meloloskan BlackGold sebagai konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-I.

Terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I, KPK juga memeriksa Direktur PT Smelting Indonesia Prihadi Santoso. Prihadi akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Idrus Marham.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan tiga orang tersangka. Ketiga tersangka itu adalah Eni Maulani Saragih, Johannes Budisutrisno Kotjo, dan Idrus Marham.



(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id