Tamsil Linrung Penuhi Panggilan KPK
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tamsil Linrung memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu, 4 Juli 2018. Foto: Medcom.id/ Damar Iradat.
Jakarta: Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tamsil Linrung memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tamsil yang tiba sekitar pukul 09.30 WIB akan diperiksa terkait kasus dugaan korupsi KTP elektronik.

Tamsil mengaku akan dimintai keterangan untuk keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi. 

"Iya dipanggil untuk Irvanto," kata Tamsil di gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Juli 2018. 


Tamsil sedianya diperiksa penyidik KPK pada Senin, 2 Juli 2018 sebagai saksi Irvanto dan Made Oka Masagung yang berstatus tersangka. Namun, Tamsil tak datang dengan alasan ada kegiatan lain dan minta penjadwalan ulang.

KPK sampai saat ini masih mendalami kasus korupsi KTP-el yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu. Kuat dugaan, uang tersebut mengalir ke sejumlah pihak di DPR.

Sebelumnya Irvanto dalam kesaksiannya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta mengaku menjadi 'kurir' uang ke sejumlah anggota dewan. Ia bahkan menyebut nama-nama yang menerima uang panas tersebut.

Keponakan Setya Novanto itu ditetapkan sebagai tersangka korupsi KTP-el. Irvanto ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan bukti-bukti permulaan yang didapat dari hasil pemeriksaan dan fakta-fakta yang muncul dalam persidangan.

Dari bukti permulaan itu, diduga kuat Irvanto bersama dengan Novanto, Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Narogong, Irman, serta Sugiharto telah memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau suatu korporasi. Sehingga, negara mengalami kerugian hingga Rp2,3 triliun dari megaproyek bernilai Rp5,8 triliun tersebut.

Atas perbuatannya, Irvanto disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang Tipikor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id