Kuasa hukum PDIP Teguh Samudera (kiri). Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Kuasa hukum PDIP Teguh Samudera (kiri). Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

PDIP Ogah Mengurusi Kasus Hukum Harun Masiku

Nasional pdip OTT KPK
Theofilus Ifan Sucipto • 16 Januari 2020 16:23
Jakarta: Tim Kuasa Hukum PDI Perjuangan lepas tangan terkait buronnya Harun Masiku. Mereka menyebut keberadaan calon anggota legislatif (Caleg) PDIP itu bukan lagi ranah partai.
 
"Bukan (urusan partai). Tidak ada ikut campur," kata kuasa hukum PDIP Teguh Samudera di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Kamis 16 Januari 2020.
 
Menurut Teguh, kasus suap yang menjerat Harun merupakan ranah pribadi. Dia mengatakan Harun harus bertanggung jawab atas perbuatannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya tahu keberadaan dia di luar negeri juga dari teman-teman (media)," ujarnya.
 
Teguh juga tak banyak berkomentar saat ditanya alasan PDIP berkukuh merekomendasikan Harun. Teguh menyebut itu kebijakan partai yang berlalu dan tak perlu dibahas lagi. Menurut Teguh, PDIP telah mengimbau Harun menyerahkan diri sesuai arahan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto
 
KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Rabu, 8 Januari 2020. Wahyu diduga menerima suap untuk mengupayakan PAW calon anggota legislatif (caleg) PDIP Harun Masiku.
 
KPK juga menyita uang Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat OTT di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Wahyu diduga telah menerima suap Rp200 juta.
 
Lembaga Antirasuah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Wahyu dan orang kepercayaannya sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, menjadi tersangka penerima suap.
 
Harun Masiku dan pihak swasta, Saeful, menjadi tersangka penyuap. Saeful diduga staf di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Seluruh tersangka sudah mendekam di rumah tahanan, kecuali Harun. Harun diduga kabur ke Singapura.
 

 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif