Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya. Foto: Twitter.
Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya. Foto: Twitter.

Mustofa Nahrawardaya Belum Bisa Lega

Nasional hoax
Theofilus Ifan Sucipto • 04 Juni 2019 14:14
Jakarta: Polisi tak menutup kemungkinan kembali menangkap Koordinator Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Mustofa Nahrawardaya. Dia diperkarakan karena membuat video dan foto di media sosial yang meresahkan masyarakat.
 
"Tidak menutup kemungkinan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa 4 Juni 2019.
 
Dia menyebut kepolisian memang mengabulkan penangguhan Mustofa. Ada sejumlah bahan pertimbangan sebelum memutuskan hal tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertama, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad telah memberi jaminan. Selain itu ada permohonan penangguhan dari keluarga Mustofa melalui kuasa hukumnya.
 
Dedi menjelaskan istri Mustofa memang sempat mengajukan penangguhan suaminya. Hal itu tak dikabulkan lantaran permohonan harus diajukan seseorang yang lebih tinggi jabatannya.
 
Mustofa, kata Dedi, juga telah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Dia juga berjanji tidak akan menghilangkan barang bukti dan mengikuti proses penyidikan lebih lanjut.
 
Kendati begitu, lanjutnya, Mustofa wajib lapor. Mustofa dijadwalkan melapor pasca-Lebaran, tepatnya Senin, 10 Juni dan Kamis, 14 Juni 2019. Dia pun terancam diringkus kembali bila kembali berulah.
 
Penahanan Mustofa ditangguhkan polisi. Dia meninggalkan Gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, didampingi tim kuasa hukumnya pada Senin, 3 Juni 2014 sekira pukul 14.00 WIB.
 
"Akhirnya hari ini kami ditangguhkan penahanannya. Ya kami sangat bersyukur, nanti di pengadilan kita akan uji di sana. Yang jelas kami sudah sampaikan semua ke penyidik, nanti kita akan sampaikan semua di sana (pengadilan)," kata Mustofa di Gedung Bareskrim.
 
Baca: Mustofa Akan Kembali 'Berselancar' di Medsos
 
Usai bebas, Mustofa akan mengecek kesehatan. Pasalnya dia sudah berencana melakukan operasi karena penyakit asam urat yang dideritanya, namun tertunda karena ditahan selama delapan hari.
 
Mustofa sejatinya ditahan Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri selama 20 hari pertama. Hal ini dilakukan dalam pegusutan narasi beserta video dan foto di media sosial dari Mustofa yang meresahkan masyarakat.
 
Perintah penangkapan Mustofa tertuang dalam Surat Perintah Penangkapan bernomor SP Kap/61 V/ 2019/ Dittpidsiber. Mustofa diduga melanggar Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif