Kepala Bagian Penerangan umum (Kabagpenum) Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra. Foto: Medcom.id/Cindy.
Kepala Bagian Penerangan umum (Kabagpenum) Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra. Foto: Medcom.id/Cindy.

Bareskrim Tangani Kasus Penipuan Stafsus Wapres Lukmanul Hakim

Nasional Sertifikasi Halal
Juven Martua Sitompul • 27 November 2019 18:48
Jakarta: Bareskrim Polri mengusut kasus dugaan penipuan akreditasi sertifikasi halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menjerat staf khusus Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Lukmanul Hakim. Lukmanul dilaporkan dalam kapasitasnya sebagai Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan kosmetik (LPPOM) MUI.
 
“Ini merupakan tindak lanjut dari penanganan di Polres Bogor tepatnya pada 2017 lalu dan dilimpahkan ke Bareskrim Polri dan lanjut penyidikannya oleh Bareskrim Polri,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 27 November 2019.
 
Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi dan telapor dalam kasus dugaan penipuan ini. Penyidik akan berlaku profesional dan menunjung asas persamaan di mata hukum kepada setiap orang, termasuk Lukmanul.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tapi yang jelas beri waktu penyidik melakukan pendalaman memeriksa saksi dan lainnya,” katanya.
 
Kasus ini awalnya dilaporkan seorang warga negara Jerman, Mahmoud Tatari, ke Polres Bogor pada 2017. Mahmoud merupakan pemilik lembaga sertifikasi halal asal Jerman.
 
Kasus bermula saat Mahmoud meminta tolong kepada Lukmanul mengurusi sertifikasi halal perusahaannya. Lukmanul menyanggupinya permintaan Mahmoud dengan catatan memberikan sejumlah uang.
 
Demi nama Halal Control Jerman terdaftar di website MUI, Mahmoud, mengamini permintaan tersebut dan memberikan uang kepada Lukmanul. Namun, nama perusahaan Mahmoud tidak juga terdaftar di website MUI.
 
Merasa ditipu, Mahmoud melaporkan Lukmanul ke polisi. Mahmoud juga melaporkan WN Jerman, Mahmood Abu Annaser, karena sebagai perantara.
 
Ahmad Ramzy, kuasa hukum Mahmoud, menyebut kliennya menderita kerugian Rp800 juta. Kasus ini telah dilimpahkan Polres Bogor ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.
 
Sayangnya, kata dia, penyidikan mandek meski sudah ada tersangka dalam kasus ini. Alasannya, Mahmood masih buron sehingga tidak bisa meminta keterangannya.
 
“Saat ini laporan polisi masih berjalan. Sudah satuorang ditetapkan sebagai tersangka yaitu Mahmood Abo Annaser,” kata Ramzy.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif