Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. ANT/Indrianto Eko.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. ANT/Indrianto Eko.

Polisi Masih Mendalami Keterlibatan PT SSS

Nasional kebakaran hutan
Cindy • 15 Agustus 2019 19:01
Jakarta: Polri belum menahan tersangka kebakaran hutan dan lahan (karhutla), PT SSS. Polisi masih memeriksa sejumlah saksi dari jajaran perusahaan tersebut.
 
"Belum ada yang ditahan. Dugaan sementara korporasi tersebut lalai terhadap kebakaran yang seharusnya jadi tanggung jawabnya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Dedi mengatakan izin PT SSS mengelola lahan dapat dicabut. Polisi masih menyelidiki kesalahan yang dilakukan perusahaan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau terbukti lalai akan dievaluasi pemerintah daerah tersebut. Terkait izin penguasaan lahan yang menjadi tanggungjawab perusahaan tersebut," ucapnya.
 
Baca: Polri Usut 100 Kasus Kebakaran Lahan
 
Sebanyak 100 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditangani polisi. Jumlah kasus ini meningkat, khususnya, di Polda Riau dan Polda Kalimantan Barat.
 
"Riau sebelumnya ada 29 kasus menjadi 35 kasus. Di Kalimantan Barat sebelumnya ada 14 kasus, sekarang jadi 26 kasus," tutur Dedi.
 
Total tersangka pembakaran hutan dan lahan di Riau dan Kalimantan Barat juga meningkat. Jumlah tersangka kebakaran hutan menjadi 35 pelaku yang terdiri dari 34 pelaku individu dan satu koorparsi.
 
"Untuk jumlah tersangka di Kalimantan Barat dari 18 menjadi 30 tersangka. Dan belum ditemukan korporasi karena kelalaian atau unsur kesengajaan melakukan pembakaran," ucapnya.

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif