Suasana sidang gugatan terkait pemadaman listrik massal di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla
Suasana sidang gugatan terkait pemadaman listrik massal di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla

PLN Bersaksi Dalam Gugatan Koi Mati Akibat Pemadaman

Nasional pemadaman listrik
Faisal Abdalla • 10 September 2019 14:32
Jakarta: Saksi dari PLN, Benny MM Marbun, menjelaskan pemadaman listrik terbagi dalam dua jenis yakni direncanakan dan tidak direncanakan. Dalam konteks pemadaman listrik massal pada 4 Agustus 2019, Benny menyebut itu dilakukan tanpa rencana.
 
"Kalau padaman listrik yang direncanakan, biasanya padam karena untuk pemeliharaan instalasi," kata Benny saat memberikan keterangan dalam sidang gugatan terkait pemadaman listrik massal di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa, 10 September 2019.
 
Untuk pemadaman yang direncanakan, PLN wajib memberitahu kepada pelanggan terdampak. Pemberitahuan dilakukan paling lambat 24 jam sebelum listrik dipadamkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PLN tak berkewajiban memberitahu ke pelanggan bila terjadi pemadaman tak direncanakan. Sebab, pemadaman jenis ini biasanya terjadi karena persoalan teknis yang tak terduga.
 
"Kalau tak direncanakan, padam begitu saja tanpa pemberitahuan," imbuh Benny.
 
Benny menjelaskan pemadaman yang melumpuhkan Jakarta dan sekitarnya itu disebabkan adanya gangguan pada pembangkit listrik 500 AV di sekitar Ungaran, Jawa Tengah. Sehingga, pemadaman ini masuk dalam kategori pemadaman yang tak direncanakan.
 
Benny menilai PLN juga sudah memenuhi kewajibanya kepada konsumen. PLN memberikan kompensasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 27 Tahun 2017.
 
Perkara ini diajukan oleh seorang warga Tebet, Jakarta Selatan, Petrus Bello. Petrus menggugat PLN lantaran insiden pemadaman listrik menyebabkan 12 dari 40 ekor ikan koi peliharanya mati. Sebab, alat penyaring air di kolam ikannya tak berfungsi.
 
Petrus mengaku menderita kerugian Rp9,2 juta akibat insiden tersebut. Petrus merasa kompensasi yang diberikan PLN akibat mati listrik itu tak sebanding dengan kerugian yang dideritanya.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif