Terdakwa kasus suap kesepakatan kontrak kerja pembangunan PLTU Riau-I Eni Maulani Saragih - Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.
Terdakwa kasus suap kesepakatan kontrak kerja pembangunan PLTU Riau-I Eni Maulani Saragih - Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.

Di Mata Eni, Idrus Marham Bersih

Nasional Korupsi PLTU Riau-1
Nur Azizah • 02 Januari 2019 17:34
Jakarta: Terdakwa kasus suap kesepakatan kontrak kerja pembangunan PLTU Riau-I Eni Maulani Saragih meyakini mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham tak terima duit dari kasus itu. Eni mengaku uang yang diberikan Johannes Budisutrisno Kotjo hanya masuk kantongnya.
 
"Uang Rp4,7 miliar itu tidak ada kaitannya dengan PLTU. Tidak ada satu sen pun yang lari ke Idrus Marham," kata Eni dalam persidangan di Gedung Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur, Jakarta Pusat, Rabu, 2 Januari 2018.
 
Eni mengaku Idrus justru getol mengingatkannya untuk berhati-hati dalam menangani proyek PLTU Riau-I. Eni diminta bekerja sesuai aturan dan prosedur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dia meminta saya untuk selalu hati-hati. Ikuti semua aturan," tutur dia.
 
Dalam persidangan, Eni mengaku tak tahu uang Rp4,7 miliar yang diberikan Kotjo adalah suap. Politikus Golkar itu mengira uang tersebut pinjaman untuk biaya kampanye sang suami, Al Khadziq.
 
"Saat operasi tangkap tangan saya kaget. Saya pikir ini bukan suap dan ternyata suap. Saya sempat minta pakai kuitansi karena untuk kebutuhan pilkada," jelas Eni.
 
(Baca juga:Idrus Marham Segera Diadili)
 
Eni didakwa menerima suap sebesar Rp4,7 miliar dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo. Uang tersebut sengaja diberikan Kotjo kepada Eni untuk mendapatkan proyek Independent Power Produce (IPP) PLTU mulut tambang Riau-I antara PT pembangkitan Jawa-Bali Investasi (PJBI) dengan Blackgold Natural Resources Limited dan China Huadian Engineering Company Limited (CHEC).
 
Idrus diduga mengetahui dan memiliki andil atas jatah atau fee yang diterima Eni. Idrus dijanjikan mendapatkan bagian yang sama besar dari jatah Eni, yakni sebesar USD1,5 juta, jika purchase power agreement (PPA) proyek PLTU Riau-I berhasil dilaksanakan oleh Johannes dan kawan-kawan.
 
Pemberian itu terjadi pada November-Desember 2017 dengan nilai Rp4 miliar dan kedua pada Maret dan Juni 2018 sekitar Rp2,25 Miliar. Proses penyidikan juga mengungkap hal lain. Mantan Menteri Sosial itu disinyalir mendorong proses penandatangan PPA atau jual beli dalam proyek pembangunan PLTU mulut tambang Riau-I.
 
(Baca juga:Idrus dan Eni Bahas Uang Suap USD2,5 Juta)
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif