Kekerasan. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Kekerasan. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Pemberkasan Kasus Pengeroyokan AY Dikebut

Nasional penganiayaan
Candra Yuri Nuralam • 11 April 2019 15:09
Jakarta: Kepolisian segera menuntaskan berkas bukti kasus pengeroyokan yang menimpa AY, siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat. Berkas akan langsung diberikan ke kejaksaan.
 
“Berkas perkara sedang diselesaikan hari ini, pemeriksaan saksi dan tersangka selesai. Kalau pemberkasan rampung hari ini, pelimpahan berkas perkara ke jaksa penuntut umum (JPU) direncanakan besok,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019.
 
Berkas kasus AY belum bisa terselesaikan mengingat kondisi korban yang masih menjalani pengobatan di rumah sakit. Namun, jika memungkinkan, hari ini pemeriksaan terhadap AY akan dilakukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kalau korban bisa diperiksa hari ini, maka pemberkasan juga diupayakan selesai hari ini,” ujar Dedi.
 
Selain itu, Dedi menempik pemberitaan AY yang terkena serangan di alat vitalnya. Berdasarkan hasil visum yang telah dilakukan, luka lebam di area vitalnya seperti yang viral di pemberitaan tidak ditemukannya.
 
Dedi menegaskan pemberitaan mengenai hal itu bohong. Hal ini membuat Komisi Perlindungan Anak Daerah Kalimantan Barat akan melaporkan akun yang menyebarkan berita yang tidak sesuai fakta itu besok.
 
"Baru ada rencana dari Komisi Perlindungan Anak Daerah Kalimantan Barat akan laporkan pemilik akun Twitter tersebut yang buat narasi jauh dari fakta sebenarnya sehingga terbentuk miss opini di masyarakat," tegas Dedi.
 
Baca: AY Didampingi Psikolog
 
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani terus memantau khusus kasus AY. Puan berharap kasus kekerasan ini menjadi yang terakhir di dunia pendidikan Tanah Air.
 
“Tim yang dibentuk Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono (termasuk Dinas Pendidikan) masih berkoordinasi dengan Polrestra Pontianak untuk menyelidiki motif terjadi kekerasan, termasuk dengan ditemukannya rekam jejak di medsos," kata Puan.
 
Ia menginstruksikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak mengoptimalkan perlindungan anak. "Khususnya di kalangan pelajar SD, SMP dan SMA," tegas politikus PDI Perjuangan itu.

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif