Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Catat! Sidang Pelanggaran Etik Ipda Arsyad Dilanjutkan 26 September

Antara • 24 September 2022 15:48
Jakarta: Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Indonesia menjadwalkan sidang etik lanjutan atas terduga pelanggar Ipda Arsyad Daiva Gunawan,  pada Senin, 26 September 2022. Ipda Arsyad adalah bekas Kasubnit I Unit I Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan.
 
"Rencana demikian, sidang lanjutan (Ipda Arsyad) Senin, 26 September 2022," kata Kepala Bagian Penerangan Umum, Kombes Nurul Azizah, saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, 24 September 2022.
 
Sidang etik terhadap Ipda Arsyad dilaksanakan Kamis, 15 September 2022, pukul 13.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Sidang tersebut ditunda dikarenakan satu dari empat saksi yang harus dimintai keterangan tidak bisa hadir karena alasan sakit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keempat saksi yang dimintai keterangannya yakni AKBP Arif Rahman (AR), AKP RS, Komisaris Polisi IR, dan Brigaris Polisi Satu RRM. AR selaku sanksi kunci dalam sidang etik Ipda Arsyad.
 
Selain dihadiri AR yang selesai masa penyembuhan, pimpinan sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) meminta tambahan dua orang saksi untuk dihadirkan, yaitu RS dan Kompol AS. Putra anggota DPR Heri Gunawan itu disidang etik karena tidak profesional dalam menjalankan tugas penanganan tempat kejadian perkara Duren Tiga, lokasi penembakan Brigadir J.
 

Baca: Pemecatan Ferdy Sambo dari Polri Disebut Memenuhi Harapan Publik


Ipda Arsyad adalah bawahan AKP Rifaizal Samual, mantan Kanit I Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, bersama AKBP Ridwan Rheky Nellson Soplanit, mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selata. Ia salah satu polisi yang tiba pertama kali di TKP Duren Tiga.
 
"Tidak profesional di TKP, dia kan mendatangi TKP pertama kali, dia, Kanit (AKP Rifaizal Samual) sama dengan Kasat Reserse Polres Metro Jakarta Selatan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, Jumat, 16 Agustus 2022.
 
AKBP Arif Rahman Arifin juga menjadi saksi kunci untuk sidang etik tiga tersangka penghalangan penyidikan kasus Brigadir J, yakni Brigjen Polisi Hendra Kurniawan, AKP Irfan Widyanto. Bekas Wakaden B Ropaminal Propam Polri itu juga tersangka penghalangan penyidikan yang juga bakal menjalani sidang etik pekan depan bersama dua tersangka lainnya.
 
Total dari 35 anggota Polri yang melanggar etik karena tidak profesional menjalankan tugas. Divpropam Polri telah menyidangkan 15 orang pelanggar, tersisa 20 orang pelanggar yang menunggu giliran untuk disidang etik.
 
Mereka yang telah disidang etik, yakni Ferdy Sambo, Komisaris Polisi Chuck Putranto, Komisaris Polisi Baiquni Wibowo, Komisaris Besar Polisi Agus Nur Patria, AKBP Jerry Raymond Siagian. Kelimanya djatuhi sanksi pemberhentian dengan tidak hormat alias dipecat.
 
Kemudian, AKP Dyah Chandrawathi, Bharada Sadam, Briptu Firman Dwi Ardiyanto, Briptu Sigid Mukti Hanggono, AKP Idham Fadilah dan Iptu Hardista Pramana Tampubolon. Keenamnya dijatuhi sanksi mutasi bersifat demosi selama satu tahun.
 
Lalu, Brigadir Frillyan Fitri Rosadi, Iptu Januar Arifin, dijatuhi sanksi demosi selama dua tahun. Selanjutnya, AKBP Pujiyarto dijatuhi sanksi meminta maaf kepada pimpinan sidang KKEP dan pimpinan Polri.
 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif