Ferdy Sambo menjalani sidang etik kepolisian akibat membunuh ajudannya, Brigadir J. Foto: Tangkapan layar Polri TV.
Ferdy Sambo menjalani sidang etik kepolisian akibat membunuh ajudannya, Brigadir J. Foto: Tangkapan layar Polri TV.

Keputusan Polri Tolak Banding Ferdy Sambo Dinilai Sangat Adil

Eko Nordiansyah • 27 September 2022 21:17
Jakarta: Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan keputusan Polri menolak permohonan banding mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo sangat tepat dan adil. Dengan begitu Sambo tetap dipecat dengan tidak hormat terkait kasus Brigadir J.
 
"Keputusan Polri yang menolak permohonan banding Sambo sangat tepat dan adil," kata Mu'ti kepada wartawan, Selasa, 27 September 2022.
 
Mu'ti menyebut pengakuan Sambo bahwa dirinya terlibat dalam perencanaan hingga pembunuhan Brigadir J merupakan alasan kuat keputusan Polri menolak banding jenderal bintang dua tersebut. Selanjutnya, hukuman bagi Sambo akan diputuskan pengadilan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Soal bagaimana hukuman bagi Sambo dan mereka yang terlibat merupakan wewenang pengadilan. Biarlah semua proses hukum berjalan sebagaimana mestinya," ujarnya.
 
Lebih lanjut, Mu'ti mengatakan ketegasan Polri menindak siapapun yang terlibat dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J secara transparan akan mengembalikan citra kepolisian. Apalagi kepercayaan terhadap kepolisian juga sempat anjlok.
 
"Ketegasan Polri untuk menindak siapapun yang terlibat secara transparan merupakan momentum untuk memperbaiki citra kepolisian," ujarnya.
 

Baca juga: Ferdy Sambo Cs Berpotensi Dilimpahkan ke Kejagung Pekan Depan


 
Sebelumnya permohonan banding yang diajukan Ferdy Sambo ditolak. Dengan begitu, jenderal bintang dua tersebut tetap dipecat dari Polri.
 
Mabes Polri kini tengah menyusun berkas administrasi pemecatan Sambo sebelum diserahkan kepada Sekretariat Militer Presiden. Presiden Joko Widodo nantinya akan mengeluarkan keputusan presiden tentang pemecatan Sambo.
 
Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana Brigadir J. Ia dijerat bersama empat tersangka lainnya, yakni Bharada E, Bripka RR, Kuat Maruf, dan istrinya Putri Candrawathi.
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif