Subdit Jatanras Ungkap Pelaku Pembobolan Kantor Pegadaian

Siti Yona Hukmana 26 Mei 2018 08:57 WIB
pencurian
Subdit Jatanras Ungkap Pelaku Pembobolan Kantor Pegadaian
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono memberi keterangan pers terkait pembobolan kantor pegadaian. (Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana)
Jakarta: Subdit Jatanras Polda Metro Jaya berhasil mengungkap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (komplotan spesial pembobol kantor pegadaian). Diketahui, komplotan ini melakukan aksi pencuriannya di tiga tempat dengan waktu yang berbeda. 

"Aksi pembobolan pegadaian ini diketahui dari pelaporan seorang polisi kepada pihak kepolisian. Ada empat laporan polisi dan tiga sudah didapatkan, kita sedang mencari laporan yang lain," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Markasnya, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat, 25 Mei 2018.

Ia melanjutkan, para pelaku yang terdiri dari empat orang ini melakukan aksi pencuriannya pada pagi hari. Sebelumnya, kata Argo, para pelaku memantau perusahaan pegadaian dengan mengontrak di samping kantor. 


"Ia memanfaatkan orang-orang yang lagi tidur. Dia melakukan modus dengan mengontrak di dekat kantor pegadaian. Dengan demikian dia bisa memantau, mengawasi kegiatan-kegiatan karyawan pegadaian dan jam kerjanya. Apa yang dilakukan oleh satpam pegadaian dan sebagainya. Dia menempatkan kelemahan daripada pekerja pegadaian itu," ungkap Argo

Aksi pertama kali dilakukan pada Jumat, 23 Februari 2018 pukul 02.00 WIB di perusahaan gadai daerah Jati Makmur Pondok Gede, Kota Bekasi. Lalu pada Senin, 23 April 2018 pukul 07.30 WIB di perusahaan gadai daerah Kp. Cilodong RT. 003 RW 006, Kelurahan Cilodong, Kecamatan Cilodong Kodya Depok. 

Selanjutnya, pada Senin, 30 April 2018 pukul 05.00 WIB di perusahaan gadai daerah Jalan Meruyung RT. 004  RW 010, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Kodya Depok.

Dalam aksi di tiga tempat itu, kata Argo, para tersangka yang merupakan komplotan membagi masing-masing peran, yaitu bagian memetakan lokasi target, menyiapkan kontrakan untuk akses pembobolan tembok, membobol tembok, merusak teralis atau besi pengaman dalam lokasi TKP, memantau situasi dari luar TKP, serta yang menjual hasil kejahatan ke penadah. 

"Komplotan ini terdiri dari R alias (MD), I alias (K), D alias (P) dan AS alias (A). Mereka dilengkapi dengan peralatan yang sangat lengkap, sehingga tidak mengalami kesulitan setiap melaksanakan aksinya," ujar Argo. 

"R selaku kapten dalam aksi ini melakukan perlawanan kepada petugas saat diringkus (di Cipayung, Depok). Lalu, R tewas ketika kami melakukan penindakan terukur," lanjut Argo.


(Barang bukti pembobolan kantor pegadaian. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana)

Atas tindakan ini, total kerugian yang dicapai lebih kurang Rp1,9 miliar. Argo menyebutkan, pencurian ini terdiri dari barang-barang elektronik dan uang tunai.

"Para tersangka diancam dengan pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat (2) KUHP dengan hukuman penjara paling lama 9 (sembilan) tahun," tandas Argo. 

Barang bukti yang disita kepolisian yakni: 1 (satu) pucuk senjata api rakitan; 10 buah peluru kaliber 9 mm; 5 (lima) buah tabung oxygen gas; 1 (satu) buah tabung gas elpiji; 10 buah obeng panjang; 1 (satu) buah tangga almunium; 1 (satu) buah tangga tali; 2 (dua) buah mesin bor. 

Selain itu, 8 (delapan) buah linggis besi; 1 (satu) buah gergaji kayu; 2 (dua) buah mata las berikut selang; 1. (satu) buah golok; 10 buah mata anak bor; Beberapa bongkahan besi bekas brankas yg sudah dihancurkan menggunakan las; 16 unit handphone berbagai merek; dan 2 (dua) unit laptop.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id