Polri Ajak Perhumas Perangi Hoaks
Karo Multimedia Divhumas Polri, Brigjen Rikwanto--Medcom.id/Deny Irwanto.
Jakarta: Polri mengajak Public Relation (PR) lembaga atau perusahaan memerangi hoaks. Sebab, hoaks bisa memecah belah masyarakat.

Karo Multimedia Divhumas Polri, Brigjen Rikwanto mengatakan, Polri mempunyai tim khusus untuk memberantas hoaks. Jika dinilai bisa membahayakan, langsung dilakukan penyelidikan dan penindakan terhadap penyebar hoaks.

"Apabila di situ sudah ada melanggar unsur pidana undang-undang ITE, pasal 27, 28, pasal 45 dan sebagainya nanti kita bisa telusuri terus, akhirnya dengan kemampuan penyidik kita kebanyakan bisa ditemukan," kata Rikwanto di Graha CIMB Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat, 13 Juli 2018.


Mantan Karo Penmas Divhumas Polri ini  meminta PR tidak hanya bisa melempar informasi semata kepada masyarakat. PR juga harus terbuka, apabila dimintai keterangan oleh masyarakat atau pihak tertentu terkait informasi yang sudah dipublikasikan.

"PR di tahun politik ini demikian fungsinya. Jadi jangan cuma memberikan statement," terang Rikwanto yang menjadi salah satu pembicara dari diskusi yang digelar Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas), dengan Tema Public Relations Dalam Tahun Politik.

Baca: Polri Diharapkan Bisa Bersihkan Jaringan Penyebar Hoax

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, hoaks akan sangat berbahaya jika berkembang terlalu banyak di dunia maya.

Kesimpulan Tjahjo, hoaks hadir karena kepentingan pihak-pihak tertentu. Contoh yang paling konkret yakni memecah belah persatuan. Hal ini nampak dari konten berita palsu yang kerap disebar.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id