Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

104 Kasus Hoaks Sepanjang 2020 Diungkap Bareskrim

Nasional polri Virus Korona hoax
Media Indonesia.com • 23 November 2020 07:03
Jakarta: Bareskrim Polri mengungkap 104 kasus dugaan tindak pidana penyebaran informasi palsu atau hoaks terkait pandemi covid-19 di sepanjang 2020. Petugas diminta masif melakukan patroli siber di masa pandemi.
 
"Bareskrim sejak awal telah berkomitmen untuk menindak tegas penyebaran hoaks di saat Pandemi covid-19. Karena hal itu hanya akan merugikan dan meresahkan masyarakat," kata Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam keterangannya, Jakarta, Minggu, 22 November 2020.
 
Penyebaran informasi palsu, kata Listyo, berpotensi memecah belah kesatuan bangsa. Maka, diperlukan upaya maksimal dalam mengatasi adanya oknum yang berupaya merusak persatuan bangsa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hoaks dan provokasi bisa memecah belah persatuan bangsa Indonesia. Sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk mencegah hal itu terjadi. Karena masyarakat yang dirugikan," ucap Listyo.
 
Listyo mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat bahu-membahu dan bersama-sama memerangi penyebaran virus korona. Berdasarkan data, dari ratusan kasus hoaks covid-19 yang diungkap itu, setidaknya ada 104 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, terdiri dari 66 pria dan 38 perempuan.
 
Pengungkapan 104 kasus dugaan hoaks itu merupakan buah kerja keras dari Bareskrim Polri dan jajaran Polda. Di antaranya, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri enam kasus, Polda Aceh satu kasus, Polda Sumatra Utara empat kasus, Polda Kepri dua perkara.
 
Baca: Polisi Tunggu Hasil Identifikasi Wajah Video Intim Mirip Gisel
 
Polda Riau sembilan kasus, Polda Sumatra Selatan empat kasus, Polda Bengkulu dua kasus, Polda Lampung lima perkara, dan Polda Metro Jaya sebanyak 14 kasus. Kemudian, Polda Jawa Barat ada tujuh kasus, Polda Jawa Tengah sebanyak empat kasus, Polda Jawa Timur 12 perkara, Polda NTB ada lima kasus, dan Polda Kalimantan Utara dua kasus.
 
Selanjutnya, Polda Kalimantan Selatan dua kasus, Polda Kalimantan Tengah tiga perkara, Polda Kalimantan Barat menangani empat kasus, dan Polda Kalimantan Timur empat kasus. Lalu, Polda Sulawesi Barat ada satu kasus, Polda Sulawesi Selatan tiga perkara hoaks, Polda Sulawesi Tengah satu kasus, dan Polda Sulawesi Tenggara sebanyak satu kasus.
 
Polda Gorontalo satu kasus, Polda Sulawesi Utara satu kasus, Polda Maluku menangani dua perkara, Polda Papua dua kasus, Polda Sumatera Barat satu kasus, dan Polda Bali menanganani kasus hoaks sebanyak satu kasus. Jenis informasi palsu yang diungkap Bareskrim pun beragam.
 
Pelaku menyebarkan hoaks mulai dari adanya masyarakat yang tewas lantaran disebabkan faktor lain namun dinarasikan meninggal akibat corona. Lalu, menyebarkan informasi covid-19 tanpa data yang valid, dan soal adanya Warga Negara Asing (WNA) yang membawa virus korona padahal informasi itu belum dipastikan kebenarannya.
 
Para tersangka dijerat dengan Pasal 28 Juncto Pasal 45 Undang-Undang ITE serta Pasal 14 Junco Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan Pasal 16 Undang-Undang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.
 
Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri juga menangani beberapa kasus menonjol. Di antaranya adalah, pengungkapan dugaan provokasi yang menyebabkan kerusuhan dalam demo tolak UU Cipta Kerja. Sebanyak sembilan orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasusu, Bareskrim menetapkan sembilan orang sebagai tersangka.
 
Lalu kasus dugaan penghinaan terhadap NU yang menetapkan satu orang sebagai tersangka. Kemudian, kasus yang menjerat Ruslan Buton terkait dengan ujaran kebencian, perkara pembobolan E-Commerce jaringan internasional, kasus illegal akses ke situs resmi Pengadilan Jakarta Pusat, dan Illegal Akses ke Linkaja. Saat ini, beberapa kasus itu ada yang masih dalam proses penyidikan dan sudah dinyatakan lengkap atau P21.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif