Ketua KPK Firli Bahuri. Foto: MI/Susanto
Ketua KPK Firli Bahuri. Foto: MI/Susanto

Harun Sebut Firli Bermain dalam Gelap untuk Menonaktifkan 75 Pegawai KPK

Nasional KPK mahkamah konstitusi ASN
Candra Yuri Nuralam • 12 Mei 2021 12:20
Jakarta: Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Al-Rasyid buka suara soal upaya menonaktifkan 75 pegawai yang gagal tes wawasan dalam peralihan status menjadi aparatur sipil negara (ASN). Dia menuding Ketua KPK Firli Bahuri main belakang untuk menonaktifkan 75 pegawai itu.
 
"Ketua KPK (Firli Bahuri) terus bergerak di ruang gelap dengan cara cara dan proses yang gelap menerbitkan surat keterangan non-job bagi 75 pegawai KPK," kata Harun memalui keterangan tertulis, Rabu, 12 Mei 2021.
 
Tudingan itu didasari dari sikap Firli usai mengumumkan ada 75 pegawai yang gagal dalam tes wawasan kebangsaan. Firli dinilai tutup kuping dari semua teguran masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lembaga keagamaan, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan yang lainnya telah mengajukan protes dan bersurat terbuka ke Presiden (Joko Widodo)," ujar Harun.
 
Baca: Novel Soal Penonaktifan Pegawai KPK: Sikap Kami Jelas Akan Melawan!
 
Menurut dia, Firli juga mengabaikan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Mahkamah telah mengeluarkan putusan peralihan status menjadi ASN tidak boleh merugikan pegawai KPK.
 
"Ini bentuk kezaliman dan ketidakadilan, serta arogansi ketua KPK secara personal dan bukan kelembagaan," tegas Harun.

TWK Buah Gerilya Firli

Harun juga menuding tes wawasan kebangsaan merupakan keinginan Firli. Dia mengaku sudah menanyakan hal itu ke pimpinan lain.
 
"Saya beberapa kali komunikasi dengan pimpinan yang lain, dan ini sudah dinyatakan oleh pimpinan lainnya ternyata di KPK itu sudah tak ada kolegial," kata Harun.
 
Harun mengatakan Firli tidak mendengar nasihat empat pimpinan KPK lain. Firli disebut ngotot mengadakan tes itu.
 
"Ketua KPK yang gigih dan getol mendorong untuk dilakukannya tes wawasan kebangsaan," ujar Harun.
 
Harun juga menyebut Firli pintar membangun narasi publik. Firli disebut mengatur strategi untuk membuat pimpinan Lembaga Antikorupsi lain diam terkait tes itu.
 
"Andai saja pimpinan lainnya berani nyatakan ini ke publik, yang disampaikan oleh ketua KPK bahwa pelaksanaan TWK itu adalah keinginan pimpinan secara kolektif kolegial tidak benar dan omong kosong, pasti sudah game over permainan ini," tegas Harun.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif