Ilustrasi pemeriksaan. Medcom.id
Ilustrasi pemeriksaan. Medcom.id

Bertemu Kapolda, Nining Elitos KASBI Jelaskan Soal Demo di Kawasan Istana

Nasional Demo Buruh polri demo massa protokol kesehatan
Siti Yona Hukmana • 18 Maret 2021 14:43
Jakarta: Ketua Umum (Ketum) Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos telah memberikan klarifikasi terkait demonstrasi pada Senin, 8 Maret 2021. Nining menyampaikan klarifikasi itu langsung kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran.
 
"Kemarin itu (Rabu, 17 Maret 2021) bertemu dengan jajaran Kapolda, Wakapolda (Brigjen Hendro Pandowo), terus juga pihak Polda Metro Jaya khususnya (penyidik) Kamneg (keamanan negara)," kata Nining saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 18 Maret 2021.
 
Nining mengaku pertemuan itu hanya berlangsung satu jam. Nining menjelaskan terkait lokasi demo yang tidak sesuai dengan surat pemberitahuan.  

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengakui dalam surat pemberitahuan demontrasi direncanakan di depan Kementerian Ketenagakerjaan dan Gedung DPR, Jakarta. Namun, sehari sebelumnya rencana itu berubah.
 
"Kenapa? Karena kita crosscheck di DPR itu ada terjadi reses (masa istirahat dari kegiatan sidang) dan itu baru mau mulai masuk ya kalau enggak salah," ujar Nining.
 
Nining mengatakan pihaknya mengirim surat ke DPR pada Senin, 2 Maret 2021. Namun, anggota dewan tidak menerima surat terkait permohonan audiensi karena tengah reses.
 
Lantaran itu, massa dipindah ke kawasan Istana. Tepatnya, di Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, atau patung kuda.
 
(Baca: Ketum Kongres Serikat Buruh Menolak Diperiksa Terkait Dugaan Pelanggaran Prokes)
 
Nining memastikan kegiatan unjuk rasa itu tidak melanggar aturan protokol kesehatan (prokes). Nining memastikan semua massa aksi menggunakan masker, menjaga jarak, dan menggunakan hand sanitizer.
 
"Kemudian sampai menggunakan jas hujan dari kementerian sampai depan patung kuda," ucap Nining.
 
Nining menyebut perubahan lokasi unjuk rasa mendadak. Pihaknya tidak sempat mengirimkan surat perubahan ke kepolisan.
 
Dia memahami tindakan kepolisian yang mengundangnya untuk klarifikasi. Sebab, polisi khawatir terjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
 
"Tapi sudah selesai, ini hanya diminta dipertanyakan hal-hal seperti itu saja, ya wajarlah kalau keamanan khawatir kan begitu berkaitan dengan massa jangan sampai terjadi hal di luar dugaan," jelas Nining.
 
Sebelumnya, Nining dan kawan-kawan dilaporkan ke Polda Metro Jaya buntut unjuk rasa itu. Nining beserta koordinator organisasi buruh lainnya diduga melanggar protokol kesehatan.
 
Nining dan kawan-kawan dilaporkan melanggar Pasal 169 KUHP dan/atau Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216 KUHP dan/atau Pasal 55 ayat (1) ke-1 e KUHP.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif