Ilustrasi terorisme. Medcom.id/M Rizal
Ilustrasi terorisme. Medcom.id/M Rizal

BNPT: Penanggulangan Teroris Butuh Sinergi Polri-TNI

Nasional terorisme
Antara • 07 Juli 2020 23:36
Jakarta: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan penanggulangan terorisme di Indonesia adalah tanggung jawab semua pihak. Sinergi aparat pertahanan dan keamanan dari unsur TNI dan Polri sangat dibutuhkan.
 
"Diperlukan sinergitas TNI-Polri pada aspek pencegahan dalam konteks deteksi intelijen," kata Boy Rafli pada acara silaturahmi peningkatan kerja sama BNPT dengan instansi lain, Kantor BNPT, kompleks IPSC Sentul, Kabupaten Bogor, Selasa, 7 Juli 2020.
 
Boy Rafli menegaskan, BNPT selama ini lebih banyak berfokus pada upaya pencegahan. Hal ini menjadi amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Penanggulangan Terorisme.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah dalam aturan tersebut punya tiga kewajiban, yakni, kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi, dan deradikalisasi. UU Nomor 5 Tahun 2018 itu mengakomodasi peran dari TNI. Hal ini akan dipertegas peraturan presiden yang tengah digodok.
 
“Jadi, pelibatan TNI ini dalam UU tersebut diatur di dalam Pasal 43 Huruf I, ada peran TNI di dalamnya. Baik dalam pencegahan maupun dalam penindakan," kata mantan Kapolda Papua ini.
 
Jajaran pasukan khusus TNI dan Polri menyatakan siap mendukung dan bersinergi bersama BNPT. Misalnya, deteksi dini pencegahan terorisme di berbagai wilayah dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman aksi terorisme.
 
Komanda Jenderal Kopassus, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, menyatakan siap dilibatkan dan mendukung BNPT. Terutama dalam menjaga keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
Dia menyebut ancaman terorisme makin dinamis. Aksi terorisme bukan hanya bersifat penyanderaan atau pembajakan. Hal ini dapat dilihat dalam dinamika global.
 
"Mau tidak mau, suka atau tidak suka, negara harus hadir," kata Mayjen I Nyoman Cantiasa.
 
Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI Mar. Suhartono juga menyatakan korps yang dipimpinnya selalu mempersiapkan diri untuk mendukung tugas penanggulangan terorisme. Masalahnya, penanggulan terorisme ini harus dilakukan seluruh komponen bangsa.
 
“Aksi terorisme ini sudah melingkupi aspek kehidupan, sehingga kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri," kata Suhartono.
 
Komandan Korpaskhas Marsda TNI Eris Widodo Yuliastono juga menyatakan kesiapan mendukung kegiatan BNPT. Dia pun mengakui BNPT tak bisa sendirian menghadapi terorisme.
 
"Tugas BNPT itu begitu luas dan lebar, sehingga semua komponen harus siap," kata Eris Widodo.
 
Komanda Korps Brimob Irjen Pol Anang Revandoko mengapresiasi pertemuan yang diinisiasi BNPT ini. Dia menyatakan keterpaduan pasukan khusus TNI dan Polri diperlukan untuk penanggulangan teror.
 
“Harapan kami bisa lebih solid lagi dalam peannggulangan teror dari mulai penangkalan, pencegahan, sampai upaya penindakan dan rehabilitasi," kata Anang Revandoko.
 

(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif