Sidang pembacaan surat tuntutan Komisaris Utama PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) Darwin Maspolim melalui teleconfrence. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Sidang pembacaan surat tuntutan Komisaris Utama PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) Darwin Maspolim melalui teleconfrence. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

KPK Terkendala Jaringan Internet Gelar Sidang Teleconference

Nasional kpk
Fachri Audhia Hafiez • 31 Maret 2020 04:50
Jakarta: Jaringan internet menjadi kendala saat sidang tindak pidana korupsi (tipikor) berbasis video teleconference digelar di sejumlah pengadilan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih berupaya membenahi masalah teknis ini.
 
"Kendala yang dihadapi masalah jaringan dan audio. Namun sedang diupayakan perbaikan," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Senin, 30 Maret 2020.
 
Ali mengatakan, kendala tersebut tidak menggangu jalannya proses persidangan. Lembaga antirasuah mengaku telah melakukan cara yang sama pada sejumlah agenda persidangan, seperti pembacaan dakwaan, tuntutan, putusan dan pembelaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk persidangan ke depan ketika pemeriksaan saksi-saksi sudah dilakukan antisipasi terhadap kendala tersebut," ujar Ali.
 
Sidang tipikor di beberapa pengadilan dilaksanakan berbasis video teleconference. Langkah ini dalam rangka antisipasi penyebaran virus korona (covid-19).
 
Baca:Penyuap Pegawai Pajak Dituntut 4 Tahun Bui
 
Sidang berbasis video teleconference telah diterapkan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur; Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat; dan Pengadilan Negeri Tanjungpura, Lampung. KPK juga tengah mempersiapkan persidangan video teleconference di daerah lain, seperti Pengadilan Negeri Tipikor Pontianak, Kalimantan Barat.
 
Salah satu penerapan video teleconference tampak pada sidang pembacaan vonis kasus proyek pengadaan pekerjaan peningkatan Jalan Kemiri-Depapre di Kabupaten Jayapura pada APBD-P Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tahun Anggaran (TA) 2015. Sidang digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta.
 
Dua terdakwa, yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Papua Mikael Kambuaya dan Komisaris PT Manbers Jaya Mandiri (MJM) sekaligus pemegang saham mayoritas PT Bintuni Energy Persada (BEP) David Manibui mendengarkan amar putusan dari dalam tahanan. Sedangkan majelis hakim, jaksa, dan penasihat hukum tetap berada di ruang sidang.

 

(WHS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif